JAKARTA | Go Indonesia.Id β Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi VIU untuk membahas peluang kolaborasi pengembangan subsektor film, animasi, dan video serta konten digital.
Pertemuan ini sekaligus mengakselerasi talenta-talenta kreatif agar berdaya saing global, sejalan dengan peran strategis subsektor ini dalam ekosistem ekonomi kreatif dan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
βSekarang, subsektor film, animasi, dan video termasuk musik menjadi _the new mining_ dari 21 subsektor ekonomi kreatif. Secara nilai ekonomi, subsektor tersebut juga menjadi prioritas yang pertumbuhannya sangat cepat. Maka, kami melihat ada keseriusan dari VIU yang bisa menjadi mitra strategis Kementerian Ekraf untuk mencapai empat _Key Performance Index_ (KPI) yang kami jalankan,β ungkap Menteri Ekraf di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa (1/9).
Menteri Ekraf menjelaskan kemitraan dengan platform digital seperti VIU dapat diarahkan tidak hanya pada produksi dan distribusi konten, tetapi juga peningkatan kapasitas pegiat ekraf. Salah satunya melalui pengembangan _bootcamp_ dan kurasi talenta untuk membekali kreator konten dengan kemampuan yang sesuai kebutuhan industri sekaligus membuka akses ke pasar yang lebih luas. Pendekatan ini sejalan dengan tiga program _flagship_ Kementerian Ekraf, yakni Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Kreatif Hub, dan Creative by Indonesia.
βTentu _we are ready to become strategic partner_. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk memperluas kolaborasi seperti melalui bootcamp, pendampingan, dan kurasi sehingga talenta kreatif yang sudah ada bisa dipersiapkan untuk masuk ke industri. _So, we looking for local heroes go national and national champion go global_,β ucap Menteri Ekraf.
VIU merupakan platform streaming hiburan premium yang menghadirkan ragam konten Asia, khususnya serial, film, dan tayangan orisinal. Dengan kekuatan konten lokal dan regional, VIU menjadi platform distribusi konten yang mampu menjangkau audiens di Asia Tenggara. Dalam paparannya, diperkenalkan program _reality show_ bertajuk VIU Co.Lab yang dirancang mempertemukan kreator konten berbakat dari berbagai daerah untuk mengembangkan _storytelling_, pendampingan dari profesional, serta akses distribusi premium melalui ekosistem VIU.
_βWe love to be a partner to bring some of these elements to life_. Kami sangat terbuka untuk menjadi mitra dan membawa kolaborasi ini menjadi nyata. Inilah tujuan kami membangun IP yang dapat menghubungkan talenta internasional dengan kekayaan destinasi dan budaya Indonesia,β ujar Avijit Dutta, Country Manager VIU Indonesia.
Kementerian Ekraf melihat kerja sama dengan VIU sebagai bagian dari upaya menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui kombinasi pengembangan talenta, pendampingan, teknologi, produksi konten, serta distribusi regional, kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan lebih banyak kesempatan kerja sekaligus membawa kreator konten dan kekayaan cerita Indonesia menjadi talenta serta karya yang berdaya saing global.
Dalam audiensi ini Menteri Ekraf didampingi Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi; Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi, Media, dan Pelayanan Publik, Renanda Bachtar; Direktur Televisi dan Radio, Radi Manggala; serta Tenaga Ahli Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga Gemintang Kejora Mallarangeng. Turut hadir Advisor VIU, Ilham Habibie dan Head of Marketing VIU, Domas Bathoro.
Simber : Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
Untuk informasi terkini terkait Kementerian Ekonomi Kreatif,
kunjungi https://ekraf.go.id/news
Rania Zahra/ Jurnalis Go Indonesia







