Video Koster Jawab ‘Diam Kamu’ Viral, Ini Konteks Sebenarnya di Pantai Bingin

IMG 20260902 WA0272

DENPASAR | Go Indonesia.Id _Potongan video Gubernur Bali Wayan Koster yang dinarasikan menjawab “diam kamu” ketika ditanya masyarakat soal lapangan pekerjaan beredar di media sosial. Video tersebut bukan peristiwa baru, melainkan rekaman saat penertiban 48 bangunan di kawasan Pantai Bingin, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, pada 21 Juli 2025.

Saat peristiwa itu terjadi, Koster bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa turun langsung memantau pembongkaran puluhan bangunan yang dinyatakan melanggar aturan. Fakta mengenai kegiatan tersebut telah diberitakan sejak Juli 2025.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Karena itu, narasi yang menyertai potongan video tersebut dinilai perlu dilihat secara utuh agar masyarakat tidak mendapatkan gambaran yang keliru mengenai konteks kejadian sebenarnya.

Dalam proses penertiban itu, Pemerintah Kabupaten Badung tidak langsung melakukan pembongkaran. Adi Arnawa menjelaskan prosedur telah dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP), termasuk memberikan teguran tertulis sebanyak tiga kali kepada pihak terkait sebelum eksekusi dilakukan.

Pembongkaran tersebut juga menindaklanjuti Surat Perintah Pembongkaran Bupati Badung Nomor 600.1.15.2/14831/SETDA/SAT.POL.PP tertanggal 15 Juli 2025. Sebanyak 48 bangunan yang ditertibkan berada di kawasan Pantai Bingin.

Pada momentum yang sama, persoalan nasib pekerja memang menjadi perhatian pemerintah.

Koster ketika itu menegaskan pemerintah tetap melindungi pekerja. Namun, menurut dia, pelanggaran aturan dan penggunaan aset pemerintah tidak dapat dibiarkan terus berlangsung.

“Kami bukan tidak melindungi pekerja, kami melindungi. Tapi kalau tidak tertib, melanggar aturan, menggunakan aset orang lain, tentu ini tidak bisa dibiarkan,” kata Koster saat berada di Pantai Bingin, 21 Juli 2025.

Adi Arnawa juga menyadari pembongkaran tersebut berdampak terhadap masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas usaha di kawasan itu. Ia menyatakan pemerintah akan membuka dialog dengan pekerja terdampak setelah proses pembongkaran diselesaikan.

Juru Bicara Gubernur Bali Wayan Koster, I Gusti Putu Eka Mulyawan Wira Senapati atau Gus Wawan, pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh potongan video lama yang kembali diedarkan tanpa menyertakan konteks kejadian secara utuh.

“Netizen Bali jangan mudah terprovokasi dan jangan mau diadu domba oleh oknum-oknum yang hanya mencari engagement tanpa melakukan verifikasi berita terlebih dahulu,” kata Gus Wawan, Rabu (2/9/2026).

Menurut Gus Wawan, kritik terhadap pemerintah maupun pejabat publik merupakan hal yang wajar dalam ruang demokrasi. Namun, informasi yang diedarkan kepada publik semestinya tetap mengedepankan verifikasi, termasuk memastikan tanggal, lokasi, dan konteks sebuah video.

Ia menilai penyebaran potongan video lama dengan narasi baru tanpa menjelaskan latar belakang peristiwa berpotensi membentuk persepsi yang tidak utuh di tengah masyarakat.

Gus Wawan mengajak masyarakat Bali lebih kritis terhadap konten yang beredar di media sosial dan tidak langsung mengambil kesimpulan hanya berdasarkan video berdurasi pendek.

“Silakan kritik pemerintah, tetapi mari gunakan fakta secara utuh. Jangan sampai masyarakat Bali diadu domba hanya karena potongan video lama diberi narasi baru tanpa menjelaskan konteks kejadiannya,” ujarnya.

Dengan demikian, video yang kembali beredar tersebut berasal dari kegiatan pembongkaran 48 bangunan di Pantai Bingin pada 21 Juli 2025, saat Koster bersama Adi Arnawa berada langsung di lokasi penertiban.

Kadek/ Jurnalis Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait