MOROTAI | Go Indonesia.id — Keterbatasan anggaran tidak menghentikan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pulau Morotai dalam menjalankan fungsi pencegahan. Pengawasan partisipatif mulai diperkuat dengan melibatkan generasi muda, termasuk calon pemilih pemula di sekolah dan mahasiswa.
Ketua Bawaslu Pulau Morotai, Ramla Molle, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu sejak sebelum tahapan resmi berlangsung.
Menurut Ramla, edukasi kepada pemilih pemula diarahkan agar generasi muda tidak hanya memahami hak politiknya, tetapi juga mengetahui bagaimana menggunakan hak pilih secara benar.
“Jadi untuk saat ini meskipun ada efisiensi, tetapi kami Bawaslu tetap melakukan langkah-langkah pencegahan yang dimulai dari sosialisasi di sekolah-sekolah maupun kampus,” kata Ramla saat ditemui wartawan usai menghadiri pelantikan DPC Gamki Morotai, Kamis, 15 September 2026.
Ia menjelaskan, siswa kelas XII menjadi salah satu sasaran karena sebagian dari mereka akan menggunakan hak pilih untuk pertama kalinya dalam pemilu mendatang.
Materi yang diberikan mencakup tata cara menggunakan hak pilih, mulai dari cara mencoblos hingga hal-hal penting lainnya yang berkaitan dengan kepemiluan.
“Jadi sosialisasinya itu cara coblos, cara memberikan hak pilih dan sosialisasi yang lain-lain yang memang penting,” ujarnya.
Selain menyasar pemilih pemula, Bawaslu Morotai juga mulai membangun koordinasi dengan partai politik sebagai bagian dari persiapan menghadapi tahapan pemilu berikutnya.
Ramla menyebut koordinasi tersebut berkaitan dengan verifikasi partai politik melalui Sistem Informasi Partai Politik (Sipol), termasuk menyangkut keaktifan anggota dan kepengurusan partai.
Ia memperkirakan tahapan verifikasi partai politik dapat dimulai pada Juni 2027. Karena itu, menurutnya, penguatan pengawasan partisipatif perlu dilakukan sejak awal dengan membuka ruang keterlibatan masyarakat.
“Kami melibatkan anak-anak muda untuk terlibat dalam pengawasan partisipatif,” jelasnya.
Pelibatan tersebut akan dilanjutkan dalam kegiatan sosialisasi di SMA Muhammadiyah. Para pemuda akan turut mendampingi Bawaslu dalam memberikan pemahaman kepemiluan kepada calon pemilih pemula.
“Besok mereka kami libatkan juga untuk sosialisasi di SMA Muhammadiyah,” kata Ramla.
Bawaslu Morotai juga membuka kesempatan bagi berbagai unsur masyarakat untuk mengambil bagian dalam pengawasan tahapan pemilu, termasuk organisasi kepemudaan, wartawan, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Dengan pola tersebut, pengawasan tidak hanya bertumpu pada jajaran penyelenggara pemilu, tetapi juga mendorong masyarakat menjadi bagian dari upaya pencegahan sejak dini.
Mir | Jurnalis Go Indonesia.id







