Sekitar 200 Warga Pandanga–Juanga Bertemu, Kesepakatan Damai Dicapai

0ac 4 e1789451288765

MOROTAI | Go Indonesia.id — Ketegangan antara warga Desa Pandanga dan Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, mulai diredam. Sekitar 200 warga dari kedua desa berkumpul di kawasan perbatasan desa, Senin (14/9/2026) sore, untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 17.30 WIT itu dihadiri Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua, Kapolres Pulau Morotai AKBP Dedy Wijayanto, Dandim 1514/Morotai Letkol Inf Deni Rustandi Hidayat, Danlanal Morotai Letkol Laut (P) Banie Hermawan, serta unsur Forkopimda dan masyarakat kedua desa.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menurunkan ketegangan setelah persoalan yang bermula dari perkelahian berkembang menjadi ketegangan antarkelompok masyarakat.

Kapolres Pulau Morotai AKBP Dedy Wijayanto mengatakan, persoalan sebelumnya telah dimediasi bersama perwakilan masyarakat kedua desa. Dari penelusuran awal, persoalan bermula dari perkelahian sejumlah orang yang kemudian melebar.

Menurut Dedy, situasi turut dipicu oleh sejumlah pemuda yang berada dalam kondisi mabuk dan melakukan provokasi setelah kegiatan pesta malam.

“Laporan polisi yang masuk tetap kami tindak lanjuti sesuai ketentuan. Proses hukum membutuhkan keterangan saksi dan bukti-bukti pendukung. Karena itu, kami mengharapkan semua pihak dapat kooperatif,” kata Dedy.

Meski proses hukum tetap berjalan, Kapolres meminta masyarakat tidak membiarkan persoalan individual berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Ia juga mengingatkan orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak dan remaja agar tidak terlibat dalam tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Mari kita bersama-sama menjaga kedamaian dan kesejahteraan di Pulau Morotai,” ujarnya.

Danlanal Morotai Letkol Laut (P) Banie Hermawan meminta masyarakat tidak melihat persoalan hanya dari siapa yang dianggap bersalah. Menurutnya, penyebab utama persoalan perlu diurai agar konflik tidak kembali berulang.

Ia mengibaratkan persoalan tersebut seperti kendaraan yang mengalami kerusakan. Yang perlu dicari, kata dia, bukan hanya pihak yang dianggap bersalah, tetapi sumber masalah yang menyebabkan kerusakan tersebut.

Banie mengajak tokoh masyarakat dan pihak yang dituakan dari kedua desa duduk bersama untuk membicarakan persoalan secara terbuka dan mencari jalan keluar dengan kepala dingin.

Dandim 1514/Morotai Letkol Inf Deni Rustandi Hidayat juga meminta warga mengendalikan emosi dan tidak membawa persoalan individu menjadi persoalan kelompok.

“Mari kita redam emosi, lupakan apa yang sudah terjadi dan kita selesaikan secara kekeluargaan. Dari titik ini kita sudah menunjukkan bahwa kita adalah satu keluarga,” katanya.

Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua meminta masyarakat Pandanga dan Juanga menjadikan persoalan tersebut sebagai pembelajaran. Ia menilai perbedaan dan persoalan di tengah masyarakat merupakan hal yang dapat terjadi, tetapi harus diselesaikan melalui komunikasi dan tanpa kekerasan.

“Jangan saling bermusuhan. Kita semua adalah keluarga. Pemuda Desa Pandanga dan Desa Juanga mari saling berpegangan tangan dan kembali bersatu,” ujar Rusli.

Ajakan tersebut kemudian diwujudkan melalui prosesi saling memaafkan antara pemuda dari kedua desa.

Momen itu menjadi simbol kesediaan kedua pihak untuk mengakhiri ketegangan dan kembali membangun hubungan sosial di antara masyarakat Pandanga dan Juanga.

Meski demikian, proses perdamaian tersebut tidak menghapus proses hukum atas laporan yang telah dibuat. Kepolisian memastikan laporan yang berkaitan dengan kejadian sebelumnya tetap ditindaklanjuti berdasarkan bukti dan keterangan saksi.

Polres juga mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, menghindari tindakan main hakim sendiri, serta menyerahkan setiap persoalan kepada aparat dan lembaga yang berwenang.

Pertemuan berakhir sekitar pukul 18.20 WIT. Situasi di kawasan perbatasan Desa Pandanga dan Desa Juanga dilaporkan aman dan kondusif.

Mir | Jurnalis Go Indonesia.id


Advertisement

Pos terkait