BANYUPOH | Go Indonesia.Id _Pemerintah Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, mulai melaksanakan pembangunan Titik Nol Desa Banyupoh yang berlokasi di area Kantor Desa Banyupoh.
Proyek ini digagas sebagai ikon baru desa sekaligus ruang publik yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.(13/7/26)
Perbekel Desa Banyupoh, Putu Sukerata, yang akrab disapa Pak Gawat, mengungkapkan bahwa ide pembangunan Titik Nol Desa berawal dari gagasannya sendiri.
Konsep tersebut kemudian didiskusikan bersama perangkat desa dan para tokoh masyarakat hingga mendapatkan dukungan penuh.
βSetelah mendapat dukungan dari berbagai pihak, kami mulai mengumpulkan dana dari para donatur serta swadaya masyarakat secara gotong royong,β ujar Putu Sukerata.
Desa Banyupoh selama ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil buah anggur di Kabupaten Buleleng.
Mayoritas masyarakat menggantungkan perekonomian mereka dari sektor pertanian anggur.
Selain itu, perkembangan usaha budidaya anak bandeng di sepanjang pesisir desa dan kerajinan batu akik Kresna Dana turut memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat sehingga tingkat pengangguran di desa ini tergolong sangat rendah.
Tak hanya memiliki potensi ekonomi, Desa Banyupoh juga dikenal sebagai kawasan suci yang menjadi lokasi sejumlah pura jagat, di antaranya Pura Pulaki, Pura Puncak Manik, Pura Melanting, Pura Belatung, dan Pura Kerthakawat, yang selama ini menjadi destinasi spiritual bagi umat Hindu dari berbagai daerah.
Menurut Putu Sukerata, pembangunan Titik Nol Desa diharapkan menjadi tempat yang ikonik dan nyaman sebagai lokasi berkumpul atau βcangkrukβ bagi anak-anak muda. Ke depan, area tersebut juga akan dilengkapi dengan fasilitas WiFi gratis untuk mendukung aktivitas dan kreativitas generasi muda.
Di sisi lain, Perbekel Banyupoh mengakui kondisi Kantor Desa dan Balai Desa saat ini sudah cukup rapuh dan membutuhkan renovasi.
Namun, keterbatasan anggaran desa menjadi kendala utama untuk melakukan pembangunan secara menyeluruh.
βKami berharap Pemerintah Kabupaten Buleleng dapat memberikan perhatian terhadap kondisi Kantor Desa Banyupoh. Pelayanan kepada masyarakat memang yang utama, tetapi kualitas bangunan yang layak juga penting untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan aparatur desa, termasuk saat menerima kunjungan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi,β katanya.
Putu Sukerata juga berharap dukungan dari Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra serta Ketua DPRD Buleleng Ngurah Arya, yang berasal dari Kecamatan Gerokgak, agar bersama-sama dapat merumuskan dukungan anggaran pembangunan Kantor Desa Banyupoh melalui APBD maupun sumber pendanaan lainnya seperti Bantuan Keuangan Khusus (BKK).
Menutup keterangannya, Perbekel Banyupoh memohon doa dan dukungan seluruh pihak, khususnya masyarakat Desa Banyupoh, agar pembangunan Titik Nol Desa Banyupoh dapat berjalan lancar dan sukses tanpa hambatan berarti.
(Kadek Archo)





