Bupati Ipuk: Menggerakkan Warga dan Budaya Lokal Jadi Kunci Majukan Pariwisata Banyuwangi

AA 25

BANYUWANGI | Go Indonesia.idโ€“ Keberhasilan pembangunan dan pengembangan pariwisata di Kabupaten Banyuwangi kini menjadi sorotan dan rujukan bagi daerah lain. Baru-baru ini, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menerima kunjungan kerja dari Wali Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Hendri Arnis, dan Bupati Malang, M. Sanusi, yang datang khusus untuk berbagi pengalaman dan belajar pengelolaan pariwisata.

Kedua kepala daerah tersebut mengaku takjub melihat perubahan signifikan yang terjadi di Banyuwangi. Hendri Arnis menyebutkan bahwa kedatangannya kali ini sangat berbeda dengan kunjungan pertamanya pada tahun 2011. Perkembangan pariwisata yang pesat, ditunjang dengan penguatan seni budaya lokal, dinilai menjadi daya tarik utama.

Bacaan Lainnya

Advertisement

“Kami melihat beragam event seni budaya dan kearifan lokal yang dikemas dengan sangat baik,” ujar Hendri. Hal senada disampaikan Bupati Malang yang juga ingin mempelajari strategi pembiayaan pembangunan yang diterapkan di Banyuwangi.

Menghadapi tantangan luas wilayah dan keterbatasan fiskal, Bupati Ipuk mengaku terus berinovasi. Ia menerapkan konsep 3A sebagai strategi utama, yaitu memastikan Aksesibilitas, Atraksi, dan Amenitas yang terjangkau serta tersedia bagi semua.

Namun, kunci utama keberhasilan bukan hanya pada infrastruktur, melainkan pada peran serta masyarakat. Ipuk menjelaskan bahwa seni dan budaya tidak dibiarkan mati, melainkan diangkat dan dikemas menjadi magnet wisata melalui manajemen modern.

“Tradisi yang telah hidup turun-temurun di warga, kami kemas sedemikian rupa dengan manajemen event kekinian, akhirnya menjadi atraksi yang menarik. Banyak event yang memang digelar atas inisiatif warga, kami mengurasi sedikit agar lebih apik atraksinya,” paparnya.

Melalui Banyuwangi Festival, berbagai tradisi lokal yang mengakar kini menjadi agenda tahunan yang mendunia. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat ini terbukti membawa dampak ekonomi positif.

Data menunjukkan pertumbuhan ekonomi Banyuwangi pada tahun 2025 mencapai 5,65 persen, meningkat signifikan dibanding tahun 2024 yang sebesar 4,68 persen. Sementara itu, angka kemiskinan juga berhasil diturunkan dari 6,54 persen menjadi 6,13 persen dalam kurun waktu yang sama.

Reporter : Indah Razak


Advertisement

Pos terkait