Syamsul Bahri,Ketum FORSIMEMA-RI : Komunikasi Aktif MA hingga Daerah Jadi Kunci Menjaga Marwah Peradilan

AA 18

JAKARTA | Go Indonesia.id– Ketua Umum Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI), Syamsul Bahri, menegaskan bahwa komunikasi yang aktif, intensif, dan terkoordinasi antara Pimpinan Mahkamah Agung (MA), Kepala Biro Hukum dan Humas MA, serta Juru Bicara dan Humas di tingkat Pengadilan Negeri (PN) maupun Pengadilan Tinggi (PT) merupakan faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.

Pernyataan tersebut disampaikan Syamsul Bahri pada Jumat (24/7/2026). Menurutnya, sinergi komunikasi dari tingkat pusat hingga daerah harus terus diperkuat agar setiap dinamika pemberitaan dapat direspons secara cepat, tepat, dan profesional, terutama ketika muncul isu-isu yang berpotensi memengaruhi citra lembaga peradilan.

Bacaan Lainnya

Advertisement

“Juru Bicara dan Humas di tingkat PN maupun PT merupakan garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, komunikasi dan arahan dari Pimpinan Mahkamah Agung serta Kepala Biro Hukum dan Humas harus berjalan secara aktif, intens, dan berkesinambungan agar setiap persoalan yang muncul dapat ditangani secara cepat dan terukur,” tegas Syamsul Bahri.

Ia menjelaskan, penguatan fungsi kehumasan bukan hanya bertujuan menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi membangun kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan yang transparan, akuntabel, dan profesional.

Untuk mewujudkan hal tersebut, FORSIMEMA-RI mendorong beberapa langkah strategis, di antaranya memperkuat sistem komunikasi satu pintu yang terkoordinasi antara Mahkamah Agung dan seluruh satuan kerja peradilan. Langkah ini dinilai penting agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat dan tidak menimbulkan berbagai tafsir yang berbeda.

Selain itu, FORSIMEMA-RI juga menilai perlunya peningkatan kapasitas Juru Bicara dan Humas pengadilan dalam menghadapi situasi krisis komunikasi. Melalui manajemen krisis yang baik, setiap pemberitaan negatif dapat diantisipasi dan diklarifikasi secara profesional sebelum berkembang menjadi opini liar di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Syamsul Bahri juga menekankan pentingnya membangun kemitraan yang harmonis antara humas pengadilan dan insan pers di seluruh Indonesia. Menurutnya, hubungan yang sehat antara lembaga peradilan dan media akan menciptakan penyebaran informasi hukum yang objektif, berimbang, serta mampu meningkatkan literasi hukum masyarakat.

“Kolaborasi yang baik antara Mahkamah Agung, humas pengadilan, dan media merupakan fondasi penting dalam menjaga marwah peradilan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem peradilan di Indonesia,” pungkasnya.

Penulis: Syamsul Bahri
Ketua Umum FORSIMEMA-RI


Advertisement

Pos terkait