KNPB Sentani Serukan Aksi Nasional 15 Agustus, Warga Tabi Diimbau Sampaikan Aspirasi Secara Damai

0A 85

SENTANI, PAPUA | Go Indonesia.idβ€” Badan Pengurus Komite Nasional Papua Barat (BPW KNPB) Sentani menyerukan kepada masyarakat sipil di Papua, termasuk masyarakat non-OAP, untuk mempersiapkan diri menghadapi aksi nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus 2026 di wilayah Tanah Tabi.(12/8/26).

Seruan tersebut disampaikan Ketua KNPB Wilayah Sentani, Sadracks Lagowan, pada 11 Agustus 2026. Aksi ini disebut sebagai kelanjutan dari aksi sebelumnya pada 3 Agustus 2026 yang mengangkat tema β€œPapua, Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan.”

Bacaan Lainnya

Advertisement

Menurut Sadracks, aksi 15 Agustus akan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mengenai kondisi demokrasi, hak asasi manusia (HAM), keamanan, serta persoalan kemanusiaan di Tanah Papua.

β€œKita rakyat Papua harus bersatu tanpa membedakan suku, agama, dan ras demi masa depan demokrasi dan kemanusiaan di tanah kita tercinta,” ujar Sadracks dalam seruannya.

Ajak Masyarakat Tabi Konsolidasi
KNPB Sentani juga mengajak masyarakat adat Tabi Mamta melakukan konsolidasi dan berpartisipasi dalam aksi tersebut. Massa diimbau mempersiapkan berbagai perangkat penyampaian aspirasi, termasuk pamflet dan simbol-simbol budaya dari berbagai komunitas masyarakat Papua.

KNPB menyebut sejumlah titik aksi telah dipersiapkan di wilayah Sentani dan Jayapura. Selain aksi penyampaian pendapat, organisasi tersebut juga menyatakan akan menyediakan panggung politik sebagai ruang bagi masyarakat menyampaikan pandangan dan tuntutan mereka.

Sadracks menegaskan bahwa momentum tersebut harus dimanfaatkan sebagai ruang demokratis untuk menyuarakan persoalan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat Papua.

Soroti Persoalan Kemanusiaan
Dalam seruannya, KNPB Sentani turut menyoroti sejumlah persoalan yang disebut berkaitan dengan kondisi kemanusiaan di Papua, termasuk persoalan pengungsi dan dugaan pelanggaran HAM.

KNPB juga mengangkat isu dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, berbagai angka dan tudingan yang disampaikan dalam seruan tersebut belum disertai sumber data independen yang dapat diverifikasi.

Begitu pula dengan klaim mengenai jumlah penduduk asli Papua dan angka pengungsi yang disebut mencapai 125.931 orang. Data tersebut perlu dikonfirmasi lebih lanjut melalui sumber resmi pemerintah, lembaga HAM, maupun organisasi kemanusiaan sebelum dapat diperlakukan sebagai fakta yang terverifikasi.
Dorong Aksi Berlangsung Damai

KNPB Sentani menyatakan aksi 15 Agustus merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terkait demokrasi, HAM, dan kondisi keamanan di Papua. Mereka juga meminta pemerintah serta para pemangku kepentingan memberikan perhatian terhadap aspirasi yang disampaikan masyarakat.

Sadracks menekankan pentingnya persatuan masyarakat dalam menyuarakan kepentingan kemanusiaan dan masa depan Papua.
β€œ15 Agustus nanti adalah panggung politik bagi rakyat Tabi dan seluruh masyarakat Papua untuk bersuara,” katanya.

KNPB mengajak masyarakat yang berpartisipasi untuk menjaga ketertiban dan menyampaikan aspirasi secara damai. Pemerintah juga diharapkan membuka ruang dialog serta memastikan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat tetap dihormati sesuai ketentuan hukum.

Aksi 15 Agustus tersebut diperkirakan menjadi salah satu momentum politik dan sosial yang mendapat perhatian publik, khususnya terkait isu HAM, keamanan, demokrasi, serta kondisi kemanusiaan di Tanah Papua.

Agustinus/Jurnalis Go Indonesia
Sumber/Sadracks Lagowan Ketua KNPB Wilayah Sentani


Advertisement

Pos terkait