GIANYAR | Go Indonesia.Id โ Pasca dikukuhkan secara sah, Sabha Pinandita Pratisentana Bandesa Manik Mas (PBMM) Pusat bergerak cepat dengan menyelenggarakan Parum (Rapat) Perdana pada [Minggu 36 April 2026], bertempat di Sekretariat PBMM Pusat, Jalan Klaci, Celuk, Gianyar.
Meski masih mengagendakan untuk melaksanakan prosesi *Mejaya-jaya etelah dikukuhkan, antusiasme para Pinandita PBMM dalam menggali pemikiran strategis menjadi bukti komitmen kuat dalam menjalankan swadharma keBendesan.
Parum ini dihadiri oleh jajaran petinggi PBMM Pusat, Ketua, Penasehat, serta pengurus Sabha Pinandita. Pertemuan ini bertujuan untuk merumuskan rekomendasi dan usulan krusial yang nantinya akan diajukan kepada Sabha Pandita serta Pengurus PBMM Pusat.
*Agenda Utama: Puja Mantra dan Kajang Kawitan
Dua poin fundamental yang menjadi sorotan utama dalam bahasan tersebut adalah penyamaan fersi dan standarisasi *Puja Mantra* Ida Batara Kawitan Bandesa Manik Mas dan penyempurnaan *Kajang Kawitan
Ketua Sabha Pinandita, Jro Mangku Nyoman Sura Astika didampingi oleh Jro Mangku Ketut Mahardika, membuka ruang diskusi seluas-luasnya bagi para peserta.
Dalam sesi ini, Jro Mangku Tirta memberikan pandangan optimistis terkait Puja Mantra merujuk pada ikatan historis dan Bisama bahwa Pasek dan Bandesa adalah bersaudara, sehingga hal ini dapat menjadi landasan dalam penyusunan mantra yang selaras.
Sementara itu, Jro Mangku Suwita (Mangku Jambrut) asal desa Kedonganan kabupaten Badung, menekankan pentingnya ketegasan dalam setiap keputusan agar hasil parum ini memiliki legitimasi yang kuat untuk dijadikan acuan dasar bagi Sabha Pandita dalam mengeluarkan Keputusan atau Bisama.
Usulan Pembentukan Pansus
Turut hadir memberikan masukan strategis, *Jro Gede Komang Widiarta, ST*, Ketua PBMM Kabupaten Badung yang baru saja terpilih secara aklamasi untuk yang ke Dua Kalinya pada Lokasabha VI, 12 April lalu.
Bliau mendorong agar pengurus pusat segera membentuk Panitia Khusus (Pansus).
Pansus ini harus segera bekerja dengan target waktu yang jelas, maksimal dua bulan, untuk merumuskan Puja Mantra dan mengumpulkan data-data terbaru guna menyempurnakan Kajang Kawitan
Hal ini penting agar ada kesatuan persepsi dan acuan tunggal bagi seluruh semeton Bandesa Manik Mas se-Nusantara melalui Surat Keputusan (SK) resmi,” tegas sosok yang akrab disapa Jro Gede Widhi tersebut.
Pemanfaatan Sekretariat dan Semangat Kekeluargaan
Selain urusan ritual dan simbolis, rapat juga membahas optimalisasi Sekretariat PBMM Pusat di Klaci Celuk sebagai pusat kegiatan yang bermanfaat bagi seluruh pasemetonan PBMM.
Wakil Ketua PBMM Pusat, I Nyoman Mandia menutup diskusi dengan memberikan pemahaman mendalam mengenai urgensiย Kajang Kawitan sesuai dengan apa yang telah disosialisasikan sebelumnya, khususnya dalam pelaksanaan upacara Pitra Yadnya atau Kelayu Sekar
Parum yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh rasa kekeluargaan ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi Sabha Pinandita PBMM dalam memberikan kontribusi nyata bagi ajegnya tradisi dan persatuan Pratisentana Bandesa Manik Mas di seluruh Nusantara.(JW)
Reporter: Kadek Ariawan


