NATUNA | Go Indonesia.Id – Gelombang kritik terhadap kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Natuna kembali mencuat. Kali ini datang dari Ketua DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Natuna yang menyampaikan kegelisahannya terhadap berbagai persoalan yang dinilai masih membebani masyarakat hingga saat ini.
Dalam pernyataan terbukanya, Ketua DPD IWOI Natuna menyoroti kondisi masyarakat yang dinilai masih jauh dari harapan di tengah berbagai janji dan ekspektasi besar terhadap kepemimpinan Bupati Natuna, Cen Sui Lan.
Kami gelisah melihat kondisi masyarakat hari ini. Banyak persoalan yang belum terselesaikan, sementara rakyat kecil terus menanggung beban hidup yang semakin berat,” tegasnya.
Sorotan utama disampaikan terhadap nasib para nelayan di Kecamatan Serasan dan Serasan Timur yang hingga saat ini masih kesulitan mendapatkan BBM subsidi jenis solar untuk melaut. Kondisi tersebut dinilai sangat memprihatinkan karena mayoritas masyarakat di wilayah tersebut menggantungkan hidup dari hasil laut.
Menurutnya, ketika nelayan kesulitan mendapatkan BBM, maka dampaknya langsung dirasakan oleh ekonomi keluarga mereka. Aktivitas melaut terganggu, pendapatan menurun, dan kebutuhan rumah tangga menjadi semakin sulit dipenuhi.
Nelayan di Serasan dan Serasan Timur sudah terlalu lama menghadapi persoalan ini. Mereka hidup dari laut, tetapi untuk mendapatkan BBM saja sangat sulit. Ini persoalan serius yang harus segera diselesaikan,” ujarnya.
Selain persoalan nelayan, kondisi ekonomi masyarakat juga disebut semakin berat. Tingginya harga kebutuhan pokok, mahalnya tiket transportasi udara, serta terbatasnya lapangan pekerjaan dianggap menjadi masalah nyata yang belum mendapatkan solusi maksimal dari pemerintah daerah.
Tidak hanya itu, kritik juga diarahkan pada ketidakjelasan nasib tenaga honorer, PPPK, dan PPPK paruh waktu yang hingga kini masih menunggu kepastian kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Natuna.
Mereka sudah mengabdi untuk daerah, tetapi sampai hari ini masih hidup dalam ketidakpastian. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” katanya.
Ketua DPD IWOI Natuna juga menyoroti persoalan kelistrikan yang hingga kini masih menjadi keluhan masyarakat di sejumlah wilayah Natuna. Menurutnya, persoalan listrik yang kerap padam dan belum stabil telah berlangsung cukup lama namun belum juga menunjukkan penyelesaian yang benar-benar maksimal.
Ia menilai kondisi tersebut sangat berdampak terhadap aktivitas masyarakat, pelaku usaha kecil, pelayanan publik, hingga dunia pendidikan.
Masalah PLN ini jangan dianggap biasa. Masyarakat sudah terlalu sering menghadapi listrik padam. Pelaku usaha rugi, aktivitas terganggu, dan masyarakat mulai lelah dengan kondisi yang terus berulang,” tegasnya.
Selain persoalan listrik, ia juga menyinggung lemahnya ketegasan pemerintah daerah dalam menyikapi sejumlah persoalan lain yang menjadi perhatian publik, mulai dari aktivitas galian C, dugaan pengeboman ikan, hingga berbagai persoalan sosial lainnya yang terus menjadi perbincangan masyarakat.
Ia menilai masyarakat membutuhkan pemimpin yang benar-benar hadir di tengah rakyat, bukan sekadar tampil dalam kegiatan seremonial.
Jabatan adalah amanah. Masyarakat tidak hanya membutuhkan pidato dan pencitraan, tetapi langkah nyata yang bisa dirasakan langsung oleh rakyat,” katanya lagi.
Dalam pernyataannya, ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Natuna untuk lebih terbuka terhadap kritik dan memperkuat komunikasi dengan masyarakat.
Menurutnya, kritik yang disampaikan bukan bentuk kebencian pribadi, melainkan suara kegelisahan masyarakat yang setiap hari mendengar langsung berbagai keluhan rakyat di lapangan.
Kalau suara rakyat terus diabaikan, maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah perlahan akan hilang. Pemimpin harus berani mendengar kenyataan, walaupun pahit,” tutupnya.
Redaksi







