SUMBAR | Go Indonesia.id-Dalam momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei, Apriandi mengajak seluruh masyarakat Indonesia menjadikan peringatan tahun 2026 sebagai titik penguatan persatuan dan semangat kebangkitan bangsa di tengah tantangan sosial, ekonomi, dan perkembangan global yang semakin kompleks.
Apriandi menegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi nasional untuk membangkitkan kembali semangat perjuangan, kepedulian sosial, serta rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
Menurutnya, kondisi bangsa saat ini membutuhkan semangat kebersamaan yang kuat agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh perbedaan pandangan, penyebaran informasi yang menyesatkan, maupun konflik sosial yang dapat mengganggu persatuan nasional.
Ia mengatakan, semangat kebangkitan nasional harus diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari menjaga persatuan, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat solidaritas sosial, hingga mendorong inovasi dan kreativitas generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman.
Apriandi menilai generasi muda memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan dan penerus masa depan bangsa, sehingga perlu diberikan ruang untuk berkembang, berkarya, dan berkontribusi positif bagi masyarakat serta negara.
Menurutnya, kemajuan Indonesia tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik semata, tetapi juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, semangat gotong royong, serta kemampuan masyarakat menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Ia juga menekankan bahwa nilai gotong royong yang selama ini menjadi identitas bangsa Indonesia harus terus dijaga dan diperkuat sebagai fondasi utama dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan berdaya saing.
Dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional 2026 ini, Apriandi mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, tokoh masyarakat, pemerintah, hingga kalangan pelajar dan mahasiswa untuk bersama-sama membangun optimisme dan semangat kebangsaan.
Ia menyebutkan bahwa tantangan bangsa ke depan akan semakin besar, sehingga diperlukan masyarakat yang memiliki semangat persatuan, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian terhadap sesama demi menjaga stabilitas sosial dan pembangunan nasional.
Selain itu, Apriandi juga mengingatkan pentingnya menjaga ruang publik yang sehat dengan mengedepankan etika, persaudaraan, serta sikap saling menghormati di tengah perbedaan pendapat maupun latar belakang.
Menurutnya, Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat bahwa bangsa Indonesia pernah bangkit dari berbagai keterpurukan dan mampu berdiri kuat karena adanya persatuan serta semangat perjuangan bersama.
Ia berharap momentum peringatan tahun ini mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat agar terus bergerak maju, menjaga nilai kebangsaan, serta memperkuat rasa cinta terhadap tanah air.
βMomentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi energi bersama untuk memperkuat persatuan, membangun semangat gotong royong, dan menumbuhkan optimisme demi Indonesia yang lebih maju, kuat, dan berdaya saing.
Bangkit bersama bukan hanya slogan, tetapi tanggung jawab seluruh anak bangsa,β ujar Apriandi, Rabu (20/5/2026).
Apriandi juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan kehidupan dan terus berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing demi kemajuan daerah maupun bangsa Indonesia secara keseluruhan.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat semangat persatuan nasional, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun optimisme bersama menuju Indonesia yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat.
Jurnalis : Apriandi







