Kubuang XIII, Jejak Sejarah dan Adat Masyarakat Solok

0ab 56

SOLOK | Go Indonesia.id– Edisi kali ini Go Indonesia Tour Jurnalistik mengupas lebih dalam sejarah dan adat masyarakat Kabupaten Solok. Salah satu warisan yang menarik untuk ditelusuri adalah Kubuang XIII atau Kubuang Tigo Baleh, kawasan adat yang memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah masyarakat Minangkabau di wilayah Solok, Kamis 10/09/2026

Kubuang XIII bukan sekadar nama sebuah kawasan. Di baliknya tersimpan jejak perjalanan nenek moyang, terbentuknya nagari, serta nilai-nilai adat yang hingga kini masih hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Dalam salah satu versi tambo, Kubuang XIII berawal dari perjalanan rombongan nenek moyang yang berjumlah sekitar 73 orang dari wilayah Luhak. Dalam perjalanan menuju kawasan Solok, sebagian rombongan kemudian memilih menetap dan membuka permukiman baru. Dari kelompok yang menetap tersebut, berkembang sejumlah nagari yang kemudian dikenal sebagai Kubuang Tigo Baleh.

Salah satu versi menyebut 13 nagari inti Kubuang XIII, yakni Solok, Salayo, Gantuang Ciri, Panyakalan, Cupak, Muaro Paneh, Talang, Saok Laweh, Guguak, Koto Anau, Bukik Sileh, Dilam, dan Taruang-Taruang.

Seiring perjalanan waktu, kawasan ini berkembang menjadi salah satu wilayah yang kaya akan adat dan budaya. Solok dan Salayo dalam sejumlah riwayat disebut memiliki kedudukan penting sebagai bagian dari wilayah payung Kubuang XIII.

Namun, sejarah Kubuang XIII tidak berdiri dalam satu versi tunggal. Berbagai tambo dan sumber penuturan masyarakat juga menyebut sejumlah nagari lain yang memiliki hubungan historis dengan kawasan tersebut, seperti Kinari, Sirukam, Supayang, Koto Gadang, Paninjauan, Tanjung Balit hingga Sulit Air.

Perbedaan penyebutan tersebut menjadi bagian dari dinamika sejarah Minangkabau yang panjang. Perkembangan wilayah adat, pemekaran nagari, perpindahan masyarakat, serta perbedaan penuturan tambo dari satu daerah ke daerah lainnya turut membentuk beragam versi sejarah Kubuang XIII.

Karena itu, Kubuang XIII tidak semata-mata dapat dilihat dari batas administratif. Ia merupakan warisan sejarah, adat, dan identitas masyarakat Solok yang menyimpan cerita tentang asal-usul, perjalanan nenek moyang, pembentukan nagari, serta nilai-nilai kehidupan yang terus dijaga hingga hari ini.

Melalui Go Indonesia Tour Jurnalistik, jejak Kubuang XIII menjadi bagian dari perjalanan untuk mengenal lebih dekat sejarah dan kekayaan budaya Kabupaten Solok—sebuah warisan yang bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga penting untuk dipahami dan dilestarikan oleh generasi mendatang.

Amat/Jurnalis Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait