Investasi: Edwin
MUARO JAMBI | Go Indonesia.Id – Dugaan aktivitas penampungan dan pengolahan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang diduga ilegal kembali menjadi sorotan di kawasan Jalan Ness, Simpang Sungai Duren, Kabupaten Muaro Jambi.
Aktivitas yang disebut berlangsung hampir setiap hari tersebut dilaporkan warga terjadi secara terbuka. Kondisi itu menimbulkan keresahan, terutama karena lokasi gudang disebut berada tidak jauh dari kawasan permukiman.
Berdasarkan informasi dan pantauan warga, sejumlah mobil tangki industri disebut rutin keluar-masuk ke lokasi gudang. Kendaraan tersebut bahkan diduga mendapat pengawalan kendaraan lain ketika meninggalkan kawasan gudang.
Salah satu kendaraan yang diduga keluar dari lokasi gudang tersebut disebut berhasil tertangkap kamera warga pada Minggu (27/9/2026).
“Mobil tangki itu masuk rutin. Kadang tiga hari sekali, kadang hampir setiap hari. Selalu ada mobil pengawal saat keluar-masuk,” ujar seorang warga sekitar yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Warga juga menyebut kendaraan tangki terkadang terlihat mengantre untuk memasuki area gudang.
Aktivitas di dalam lokasi tersebut diduga berkaitan dengan penimbunan dan pengolahan BBM jenis solar. Namun, dugaan mengenai jenis kegiatan dan legalitas operasional gudang tersebut masih memerlukan pemeriksaan serta klarifikasi dari instansi berwenang.
Keresahan warga tidak hanya menyangkut dugaan pelanggaran distribusi BBM, tetapi juga aspek keselamatan. Keberadaan aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyimpanan dan pengolahan BBM di sekitar permukiman dinilai memiliki potensi risiko apabila terjadi kebakaran atau insiden lainnya.
“Kami sangat resah. Lokasi gudang ini dekat pemukiman padat. Kalau terjadi kebakaran atau ledakan, dampaknya bisa fatal bagi warga,” kata warga lainnya.
Warga mempertanyakan pengawasan terhadap aktivitas tersebut. Mereka mengaku belum melihat adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum meskipun aktivitas kendaraan di lokasi disebut berlangsung berulang.
“Kalau ini dibiarkan terus, kami khawatir ada pembiaran. Kami minta aparat segera turun dan menutup gudang itu,” tegas seorang warga.
Masyarakat meminta Kapolda Jambi beserta jajaran melakukan pengecekan dan penyelidikan terhadap legalitas gudang, asal-usul BBM, pola distribusi, serta pihak-pihak yang diduga terlibat apabila ditemukan adanya pelanggaran.
Warga juga meminta pihak Pertamina ikut melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan maupun jalur distribusi BBM yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut. Jika nantinya ditemukan keterlibatan oknum atau pelanggaran dalam distribusi BBM, masyarakat meminta agar diproses sesuai ketentuan hukum.
Sorotan warga kini mengarah pada pengawasan aktivitas pergudangan BBM di kawasan Jalan Ness, Simpang Sungai Duren. Aparat diminta tidak hanya melakukan pemeriksaan terhadap lokasi, tetapi juga menelusuri sumber BBM, tujuan distribusi, serta legalitas seluruh kegiatan yang berlangsung.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan aktivitas penampungan dan pengolahan BBM di lokasi tersebut.
Redaksi juga masih berupaya memperoleh klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
REDAKSI






