MOROTAI | Go Indonesia.id— Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, mencatat sebanyak 851 pencari kerja terdata sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Data tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pulau Morotai, Rosita A. Lasidji, S.Hi, kepada Go Indonesia.id, Rabu (16/9/2026).
Menurut Rosita, data tersebut merupakan rekapitulasi pencari kerja tahun 2026 yang dihimpun oleh Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai melalui Disnaker.
Berdasarkan rekapitulasi bulanan, jumlah pencari kerja. Pada Januari tercatat 104 orang, Februari 90 orang, Maret 60 orang, April 226 orang, Mei 110 orang, Juni 98 orang, Juli 73 orang, dan Agustus sebanyak 90 orang.
Dari data tersebut, jumlah pencari kerja tertinggi terjadi pada April 2026 dengan 226 orang, sedangkan terendah pada Maret dengan 60 orang. Jika dijumlahkan, total pencari kerja selama Januari hingga Agustus mencapai 851 orang.
Rosita berharap jumlah pencari kerja di Kabupaten Pulau Morotai dapat menurun memasuki pergantian tahun 2027. Ia menyebut sebagian pencari kerja memilih mencari pengalaman pekerjaan di luar daerah.
“Kebanyakan yang mencari kerja itu berada di dua perusahaan, PT IWIP di Halmahera Tengah. Untuk di dalam daerah Morotai, sebagian pencari kerja juga berada di perusahaan Fortuna Blue Seafood di SKPT Desa Daeo Majiko, Kecamatan Morotai Selatan” ujar Rosita.
Ia menjelaskan, keputusan sebagian pencari kerja untuk meninggalkan Morotai tidak seluruhnya disebabkan oleh minimnya lapangan pekerjaan di daerah tersebut.
pencari kerja yang keluar Morotai Di tandai dengan alasan Selain ajakan Teman, mereka juga ingin mencari pengalaman di luar morotai.
Dari data pencari kerja yang disampaikan, tercatat 627 laki-laki dan 224 perempuan. Jika dijumlahkan, angka tersebut sesuai dengan total 851 pencari kerja.
Sementara itu, berdasarkan persentase penyaluran pencari kerja, sebanyak 60 persen disebut menuju wilayah Halmahera Tengah, 10 persen ke Halmahera Selatan, 10 persen ke Halmahera Timur, 10 persen ke Halmahera Utara, dan 10 persen berada di wilayah Pulau Morotai.
Data hingga Agustus 2026 tersebut menjadi salah satu gambaran kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Pulau Morotai melalui konerja Kepala Disnaker Rosita A. Lasidji, S.Hi, khususnya mengenai jumlah pencari kerja serta kecenderungan penempatan tenaga kerja di dalam maupun luar daerah.
Disnaker diharapkan terus memperkuat pendataan dan penyaluran tenaga kerja agar informasi mengenai kebutuhan, ketersediaan, serta penempatan tenaga kerja di Kabupaten Pulau Morotai dapat tergambar secara lebih akurat.
Mir | Jurnalis Go Indonesia.id







