YALIMO | Go Indonesia.id— Pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Yalimo menjadi perhatian publik setelah muncul laporan mengenai rendahnya partisipasi sebagian masyarakat dalam kegiatan peringatan tersebut.
Berdasarkan informasi yang diterima dari lapangan, sejumlah unsur masyarakat lokal, termasuk pelajar dan sebagian aparatur sipil negara (ASN), dilaporkan tidak terlihat dalam kegiatan upacara sebagaimana biasanya,(17/8/26)
Di sisi lain, beredar informasi bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan adanya seruan politik dari Sebby Sambom, yang dikenal sebagai juru bicara TPNPB-OPM, mengenai sikap terhadap pelaksanaan peringatan HUT RI di Papua.
Namun, hubungan langsung antara seruan tersebut dengan tingkat partisipasi masyarakat di Yalimo masih perlu dikonfirmasi secara independen. Tidak semua warga yang tidak mengikuti upacara dapat secara otomatis dianggap mengikuti atau mendukung seruan tertentu.
Situasi di Yalimo memperlihatkan adanya dinamika sosial dan politik yang perlu dipahami secara lebih luas. Perbedaan sikap masyarakat terhadap sebuah kegiatan nasional merupakan persoalan yang membutuhkan ruang dialog dan pemahaman terhadap kondisi masyarakat setempat.
Pemerintah daerah bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat membuka ruang komunikasi yang aman dan damai sehingga perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.
Peristiwa di Yalimo juga menjadi pengingat bahwa membaca kondisi Papua tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial. Realitas sosial di lapangan perlu didengar dan dipahami secara langsung oleh para pemangku kepentingan.
Agustinus Selegani
Jurnalis / Kaperwil Media Go Indonesia.id
Kabupaten Intan Jaya
Provinsi Papua Tengah






