Marzuki Kutuk Keras Dugaan Pengeboman Ikan di Laut Midai, Disampaikan Saat Apel HUT RI ke-81

0a 174 e1786947467589

NATUNA | Go Indonesia.idβ€” Dugaan praktik pengeboman ikan yang disebut terjadi beberapa hari lalu di perairan Midai, Kabupaten Natuna, mendapat kecaman keras dari Sekretaris HNSI Provinsi Kepulauan Riau yang juga Ketua Praksi partai Grindra DPRD Provinsi Kepri, Marzuki.

Pernyataan tersebut disampaikan Marzuki di sela-sela mengikuti apel peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Pantai Piwang, Kabupaten Natuna, Senin (17/8/2026).

Bacaan Lainnya

Advertisement

Marzuki menanggapi beredarnya sebuah video yang diduga memperlihatkan aktivitas pengeboman ikan di wilayah perairan Midai. Video tersebut kemudian tersebar luas melalui salah satu grup WhatsApp Berita Natuna dan menjadi perhatian masyarakat.

Marzuki mengaku sangat prihatin apabila dugaan tersebut benar-benar terjadi. Menurutnya, praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak merupakan tindakan yang tidak hanya merugikan nelayan, tetapi juga dapat merusak ekosistem laut, khususnya terumbu karang yang menjadi habitat berbagai jenis ikan.

Kalau benar dugaan pengeboman ikan itu terjadi, tentu kita sangat mengutuk keras. Ini bukan hanya persoalan menangkap ikan, tetapi menyangkut keberlangsungan ekosistem laut dan nasib nelayan kita ke depan,” tegas Marzuki.

Ia mempertanyakan sejauh mana tugas dan pengawasan instansi terkait dalam menjaga wilayah perairan Natuna, khususnya perairan Midai.

Marzuki juga mempertanyakan ketegasan aparat setempat. Menurutnya, apabila informasi dan video tersebut benar, jangan sampai masyarakat memiliki kesan bahwa aktivitas yang merusak laut dibiarkan begitu saja.

Bagaimana sebenarnya tugas instansi terkait? Bagaimana pengawasan di lapangan? Jangan sampai masyarakat sudah melihat, bahkan videonya sudah beredar, sementara aparat seolah tidak mengetahui,” ujarnya.

Polsek Midai: β€œBaik Bang, Nanti Kami Lidik”

Sementara itu, media ini telah melakukan konfirmasi kepada Polsek Midai terkait video yang beredar tersebut.

Dalam konfirmasi, media turut mengirimkan video yang diduga memperlihatkan aktivitas pengeboman ikan kepada pihak Polsek Midai.

Menanggapi informasi tersebut, pihak Polsek Midai memberikan jawaban singkat.

Baik bang, nanti kami lidik,” demikian jawaban pihak Polsek Midai.

Pernyataan tersebut menjadi dasar bahwa informasi dan video yang diterima akan ditindaklanjuti melalui penyelidikan. Masyarakat tentunya berharap penyelidikan dilakukan secara serius untuk memastikan kebenaran aktivitas dalam video, lokasi kejadian, serta pihak-pihak yang terlibat apabila dugaan tersebut terbukti.

Marzuki menegaskan, laut Natuna merupakan sumber kehidupan masyarakat, terutama nelayan tradisional. Jika terumbu karang rusak akibat penggunaan bahan peledak, dampaknya akan dirasakan dalam jangka panjang.

Kalau terumbu karang hancur, yang paling menderita adalah nelayan. Ikan akan semakin sulit, wilayah tangkap semakin jauh, sementara masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari laut harus menanggung akibatnya,” katanya.

Ia meminta aparat tidak menganggap remeh setiap informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas ilegal di laut. Menurutnya, setiap laporan harus ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan kesan lemahnya pengawasan.

Kalau benar ada pengeboman ikan, pelakunya harus diproses sesuai aturan. Kita tidak boleh membiarkan laut Natuna dirusak,” tegas Marzuki.

Ia juga meminta pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dan instansi yang memiliki kewenangan di bidang kelautan meningkatkan pengawasan di wilayah perairan Natuna.

Marzuki berharap persoalan tersebut dapat segera memperoleh kejelasan sehingga masyarakat, khususnya para nelayan, tidak terus dihantui aktivitas penangkapan ikan yang berpotensi merusak wilayah tangkap mereka.

Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak terkait yang merasa keberatan atau memiliki informasi berbeda mengenai dugaan aktivitas pengeboman ikan tersebut.

Baharullazi /Jurnalis Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait