TABANAN | Go Indonesia.idβ Upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber terus digencarkan di Kabupaten Tabanan.
Kali ini, Kelompok Ahli Bidang Komunikasi Pemerintah Kabupaten Tabanan, I Wayan Ariasa bersama I Gede Bajawan Dewantara berduet memberikan sosialisasi pengelolaan sampah di Desa Pitera, Kecamatan Penebel, Rabu (27/5), bertempat di Kantor Desa setempat.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat yang diikuti ibu-ibu PKK serta Kader Posyandu. Sosialisasi dibuka langsung oleh Perbekel Desa Pitera, I Nengah Dwi Antara.
Dalam sambutannya, Perbekel Desa Pitera, I Nengah Dwi Antara menyampaikan, persoalan sampah plastik mulai menjadi ancaman serius di wilayah desa. Menurutnya, meningkatnya aktivitas masyarakat yang bekerja di kawasan Denpasar dan Badung turut membawa dampak terhadap bertambahnya sampah plastik di desa.
βPermasalahan ini perlu segera dicarikan solusi agar tidak berdampak buruk bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat,β ujarnya.
Ia menjelaskan, Desa Pitera terdiri dari delapan Banjar Dinas dan dua Banjar Adat dengan jumlah penduduk sekitar 763 kepala keluarga. Hingga kini, desa belum memiliki sistem dan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai. Sebagian besar masyarakat masih memanfaatkan teba atau pekarangan rumah sebagai tempat pembuangan sampah sebelum akhirnya dibakar, termasuk sampah plastik dan residu.
Dalam pemaparannya, I Gede BajawannDewantara dari Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali Nusra menyampaikan berbagai materi mulai dari alur pengelolaan sampah, tantangan dan arah kebijakan pengelolaan sampah di Bali, teknologi pengolahan sampah, dampak pembakaran sampah bagi kesehatan, hingga metode pemilahan sampah berbasis sumber.
Selain itu, turut dipaparkan desain TPS3R dan skema pengelolaan sampah berbasis desa sebagai solusi jangka panjang dalam penanganan sampah di pedesaan.
Sementara itu, I Wayan Ariasa menekankan pentingnya sinergi antar-stakeholder dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Menurutnya, media sosial juga memiliki peran strategis dalam mempercepat penyebaran informasi dan edukasi terkait pengelolaan sampah di tingkat desa.
βPengelolaan sampah tidak cukup hanya dilakukan pemerintah. Perlu keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi dan kampanye perubahan perilaku,β ungkapnya.
Pihak Pusdal LHBN juga menegaskan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumber, pembentukan bank sampah unit di masing-masing banjar, serta koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan untuk penanganan sampah residu.
Sebagai tindak lanjut kegiatan, Pusdal LHBN telah menghubungkan Pemerintah Desa Pitera dan Ketua PKK dengan BSI Marga Pertiwi. Dari hasil koordinasi tersebut, pihak BSI menyatakan kesiapan untuk menjemput sampah anorganik dari Desa Pitera sekaligus menyerahkan daftar jenis dan harga sampah yang dapat dikelola.
Selain itu, ibu-ibu PKK dijadwalkan segera melakukan sosialisasi pemilahan sampah berbasis sumber di masing-masing banjar dan merencanakan pengumpulan sampah pada minggu pertama Juni mendatang.
Sementara untuk penanganan sampah residu, Pusdal LHBN bersama Kelompok Ahli Pemerintah Kabupaten Tabanan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan terkait proses pengangkutan sampah yang telah terkumpul.
Reporter (Fira)







