TABANAN | Go Indonesia.Id _IKTR (Ikatan Keluarga Tanarighu) Bali adalah organisasi paguyuban dan wadah silaturahmi bagi masyarakat diaspora asal Kecamatan Tanarighu, Kabupaten Sumba Barat (Nusa Tenggara Timur) yang menetap di Pulau Bali.
Organisasi ini secara aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial dan budaya,seni termasuk Olahraga untuk memperkuat kebersamaan, melestarikan nilai-nilai leluhur, serta saling mendukung antarwarga perantauan.
Ketika pewarta tiba di tempat berlangsungnya Turnamen Futsal “MANUMADA CUP 1 2026″ kami disambut oleh Ketua IKTR BALI Bung Joshua Umbu Kaleka dan Ketua bidang Olahraga juga Sekretaris dan jajaran pimpinan IKTR lainnya.
Ketua IKTR Bali Joshua Umbu Kaleka menjelaskan:” Bahwa nama MANUMADA diambil dari nama sebuah Desa. Turnamen ini adalah turnamen pertama yang kami adakan dan kami berharap turnamen futsal ini menjadi agenda tahunan untuk membina atlit atlit muda yang akan memberikan dampak positif bagi anak-anak muda IKTR untuk bisa mengembangkan hobi olahraga Futsal Turnamen perdana ini adalah Futsal Turnamen,namun sementara ini memang lebih banyak yang bertanding adalah warga kami” tutur Ketua IKTR BALI Joshua Umbu Kaleka Pengurus inti dari IKTR BALI adalah sebagai berikut:
Ketua IKTR-BALI
Josua umbu kaleka
Sekum :andy lendhe
Ketua olahraga:Daud unbu dedo
Bendahara: Maria wini malipa
Ketua garda(keamanan)victorius ngongo
..panitia
Ketua panitia
1.Melkianus Pandango
Ketua yunit desa manu mada
1.Nikodemus Saingo
Sekum olahraga
1.Ardianus Mesa
2.Istonius Lende
Nama pengurus inti diatas akan dikukuhkan secara resmi Bulan Juni yang akan datang.
Adapun Riwayat Filosofi Logo Ikatan Keluarga Tanarighu Bali
1. Bentuk Perisai Emas
Bentuk perisai melambangkan perlindungan, kekuatan, dan persatuan. Sebagai ikatan keluarga, organisasi ini menjadi tempat berlindung, saling menjaga, dan menjaga keutuhan identitas serta nilai-nilai leluhur, meskipun berada jauh dari tanah asal (Sumba).
Warna emas melambangkan:
– Kemuliaan, kehormatan, dan harga diri suku Tanarighu.
– Nilai budaya yang berharga, abadi, dan terus dijaga.
– Semangat untuk maju, berprestasi, dan membawa nama baik keluarga di tanah perantauan (Bali).
2. Tulisan “Ikatan Keluarga Tanarighu DiBali” & “IKTR-BALI”
Menegaskan identitas: ikatan persaudaraan yang menyatukan seluruh keluarga besar Tanarighu yang tinggal, menetap, atau beraktivitas di Bali. Menjadi jembatan yang menghubungkan akar budaya Sumba dengan kehidupan di tanah Bali, sekaligus memperkuat ikatan batin antar anggota.
3. Gambar Ayam Jantan
Ini adalah simbol utama dengan makna yang sangat dalam bagi masyarakat Sumba:
– Simbol Kehormatan & Identitas: Bagi masyarakat Sumba, ayam jantan adalah hewan yang paling dimuliakan, menjadi lambang harga diri, keberanian, dan martabat. Ia melambangkan sifat asli orang Sumba: berani, tegas, dan memegang teguh kehormatan keluarga.
– Kekuatan & Ketangguhan: Ayam jantan melambangkan semangat yang tidak pernah padam, tangguh menghadapi tantangan, dan selalu bangkit—cerminan karakter orang Tanarighu yang berjuang dan berkarya di perantauan.
– Kebersamaan & Tradisi: Dalam budaya Sumba, ayam memiliki peran penting dalam upacara adat, sebagai tanda syukur, persaudaraan, dan persekutuan. Kehadirannya di logo menegaskan bahwa budaya, adat, dan nilai leluhur tetap hidup dan dijaga meski jauh dari kampung halaman.
– Warna dan Penampilan: Warna cerah dan gagah ayam melambangkan kebanggaan akan asal-usul, keindahan budaya, dan keberanian tampil serta berkontribusi di tengah masyarakat Bali.
4. Makna Keseluruhan
Logo ini menceritakan semangat:
..
Jadi singkatnya
“Di tanah perantauan Bali, kami tetap satu keluarga, satu hati, dan satu akar. Kami menjaga kehormatan dan nilai luhur Tanarighu layaknya perisai yang melindungi, dan kami hidup dengan semangat gagah, berani, dan berharga seperti ayam jantan, membawa nama baik budaya Sumba ke mana pun kami berada.”
Setelah semua team yang akan bertanding berkumpul dan sebelum Kick off dimulai Ketua Panitia,Ketua Umum Olahraga dan semua jajaran pengurus inti memberikan sambutan dan wejangan mengenai tatatertib dan utamakan sportifitas dalam pertandingan.
Ada satu hal penting yang disampaikan Ketua IKTR BALI yaitu : Semua anggota IKTR BALI “Wajib menjaga silaturahmi baik kepada keluarga besar IKTR sendiri maupun silaturahmi dengan warga dilingkungan tempat tinggal masing-masing. Semua Kel besar IKTR wajib ikut membangun dan menjaga keamanan pulau Bali seperti kata pepatah kuno “DIMANA BUMI DIPIJAK, DISITU LANGIT WAJIB DIJUNJUNG TINGGI” Ujar Jhosua sambil menutup pembicaraan dengan awak Media.
Reporter (Fira)







