NATUNA | Go Indonesia.Id _Sikap Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) yang tetap berpegang pada aturan dalam menangani penahanan komoditas bawang merah, bawang putih dan wortel yang diduga tidak dilengkapi dokumen persyaratan karantina mendapat dukungan dari Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Natuna, Baharullazi.
Baharullazi menilai ketegasan Karantina dalam menjalankan tugas dan kewenangannya merupakan bagian penting dalam memastikan setiap komoditas tumbuhan yang masuk ke wilayah Natuna memenuhi ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, persoalan ketersediaan bahan pangan memang menjadi kepentingan masyarakat. Namun, kepentingan tersebut tidak semestinya dijadikan alasan untuk mengabaikan aturan karantina.
Kalau memang dokumennya belum lengkap, Karantina harus tetap menjalankan aturan. Jangan sampai karena alasan kebutuhan masyarakat kemudian aturan justru dikesampingkan,β ujar Baharullazi dalam pernyataan yang perlu dikonfirmasi kembali kepada yang bersangkutan.
Ia mengatakan, aturan karantina dibuat bukan untuk mempersulit masyarakat maupun pedagang, tetapi sebagai bentuk perlindungan terhadap sumber daya alam dan mencegah masuknya organisme pengganggu tumbuhan yang dapat membahayakan sektor pertanian.
Dukung Karantina Tetap Profesional
Baharullazi juga meminta agar petugas Karantina tidak takut menjalankan tugas sesuai ketentuan, meskipun mendapat tekanan atau permintaan dispensasi dari pihak tertentu.
Menurutnya, apabila terdapat mekanisme hukum yang memungkinkan pemberian solusi terhadap persoalan administrasi, maka mekanisme tersebut harus ditempuh sesuai aturan, bukan melalui tekanan atau intervensi.
Yang kita dukung bukan sekadar penahanan barangnya. Yang kita dukung adalah Karantina bekerja profesional dan berdasarkan aturan. Kalau ada solusi yang dibenarkan regulasi, silakan ditempuh. Tetapi jangan sampai aturan dilanggar hanya karena ada kepentingan tertentu,β tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah daerah agar membantu para pedagang dan distributor memahami persyaratan karantina sebelum barang dikirim menuju Natuna.
Dengan demikian, persoalan serupa tidak terus berulang dan masyarakat tidak menjadi pihak yang dirugikan akibat lemahnya pemahaman terhadap prosedur administrasi.
Jangan Sampai Aturan Tajam ke Pedagang Kecil, Tumpul kepada Pihak Tertentu
Baharullazi menilai penerapan aturan harus dilakukan secara konsisten dan tidak boleh tebang pilih.
Kalau aturan memang berlaku, maka berlaku untuk semua. Jangan sampai pedagang kecil diminta patuh, sementara pihak tertentu mendapatkan perlakuan berbeda,β katanya.
Ia berharap persoalan bawang merah, bawang putih dan wortel yang saat ini menjadi perhatian dapat diselesaikan melalui jalur yang sesuai dengan ketentuan perkarantinaan.
Menurutnya, pemerintah daerah, Karantina dan pelaku usaha seharusnya duduk bersama mencari solusi yang tidak bertentangan dengan hukum.
Kita ingin Natuna memiliki distribusi pangan yang lancar, tetapi juga memiliki sistem yang tertib. Keduanya harus berjalan bersama. Jangan mempertentangkan ketersediaan pangan dengan kepatuhan terhadap aturan,β pungkasnya.
IWOI Natuna, kata Baharullazi, akan terus mendorong transparansi dalam setiap persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat, termasuk meminta pihak terkait menjelaskan secara terbuka jenis komoditas, jumlah barang, asal barang, serta dokumen apa saja yang dinilai belum terpenuhi.
Redaksi






