Empat Rakit Dompeng Diduga Beroperasi di Gunung Toar, Kapolsek Kuantan Mudik Janji Tindak Lanjuti!

IMG 20261023 WA0623

KUANSING | Go Indonesia.Id – Dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali ditemukan di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau. Tim wartawan melaporkan keberadaan enam rakit dompeng di aliran sungai wilayah Kampung Baru, Kecamatan Gunung Toar, Jumat (23/10/2026). Empat rakit dilaporkan sedang beroperasi, sementara dua lainnya dalam kondisi tidak beroperasi.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena dugaan aktivitas pertambangan tanpa izin di aliran sungai berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Kini, tindak lanjut aparat kepolisian menjadi hal yang dinantikan untuk memastikan legalitas aktivitas di lokasi tersebut.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Berdasarkan laporan investigasi lapangan yang diterima redaksi, empat rakit dompeng terlihat menggunakan mesin untuk menjalankan aktivitasnya. Sementara itu, dua rakit dompeng darat dilaporkan tidak beroperasi saat tim melakukan pemantauan.

Lokasi yang dilaporkan berada di aliran sungai yang berbatasan dengan area PT Udaya. Namun, belum ada keterangan yang memastikan status perizinan aktivitas pertambangan maupun pihak yang bertanggung jawab atas rakit-rakit tersebut.

Tim wartawan menelusuri akses menuju lokasi melalui Jalan Lintas Lubuk Jambi. Dari Kantor Kepala Desa Petapahan, perjalanan dilanjutkan sekitar 50 meter hingga menemukan persimpangan di sebelah kanan.

Tim kemudian menempuh jalan sekitar dua kilometer hingga persimpangan tiga, mengambil arah kanan, lalu melanjutkan perjalanan kurang lebih 500 meter sampai tiba di aliran sungai yang menjadi lokasi dugaan aktivitas PETI.

Saat berada di lokasi, tim berupaya meminta keterangan dari orang-orang yang berada di atas rakit dompeng. Namun, menurut laporan tim, upaya konfirmasi tersebut belum membuahkan hasil karena orang-orang di lokasi tidak bersedia menemui wartawan.

Sebelum meninggalkan lokasi, tim mengambil dokumentasi berupa foto dan video serta mencatat titik koordinat untuk disampaikan kepada redaksi. Data tersebut selanjutnya diteruskan kepada pihak kepolisian sebagai informasi awal untuk membantu pengecekan lapangan.

Merespons temuan tersebut, redaksi menghubungi Kapolsek Kuantan Mudik, AKP Anra Nosa, SH., MH., untuk meminta tanggapan terkait dugaan aktivitas PETI di Kecamatan Gunung Toar.

Dalam pesan singkat pada Jumat (23/10/2026), Kapolsek menyatakan akan menindaklanjuti informasi yang disampaikan redaksi.

β€œSiapp Bang.. izin sgr kami tindak lanjuti Bang.. terimakasih utk informasinya Bg.. πŸ™πŸ»πŸ«‘,” demikian respons Kapolsek kepada redaksi.

Redaksi kemudian mengirimkan titik koordinat lokasi yang dilaporkan tim wartawan agar dapat menjadi informasi tambahan dalam proses pengecekan.

Sekitar pukul 18.23 WIB, Kapolsek kembali menegaskan responsnya.

β€œSiap bang, akan segera kami tindak lanjuti,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menjadi respons awal kepolisian atas informasi dugaan aktivitas PETI di wilayah Gunung Toar. Meski demikian, belum ada keterangan mengenai hasil pemeriksaan di lokasi, identitas pihak yang mengoperasikan rakit, maupun status perizinan kegiatan tersebut.

Dugaan aktivitas PETI di aliran sungai tidak boleh dibiarkan tanpa pemeriksaan yang jelas. Informasi mengenai empat rakit yang dilaporkan beroperasi perlu diverifikasi melalui pengecekan langsung, termasuk pemeriksaan perizinan, pihak yang bertanggung jawab, serta kemungkinan dampak terhadap lingkungan.

Aparat kepolisian diharapkan menindaklanjuti laporan tersebut secara profesional dan transparan. Apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum, penanganan harus dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Namun, penetapan adanya tindak pidana maupun pihak yang bertanggung jawab tetap harus didasarkan pada hasil pemeriksaan dan bukti yang sah.

Kini, masyarakat menantikan tindak lanjut konkret dari Polsek Kuantan Mudik. Dokumentasi dan titik koordinat telah disampaikan kepada pihak kepolisian. Langkah berikutnya adalah memastikan kondisi faktual di lapangan serta memberikan informasi perkembangan penanganan kepada publik.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum menerima informasi mengenai hasil pengecekan kepolisian di lokasi tersebut. Redaksi akan berupaya memperbarui pemberitaan apabila terdapat perkembangan resmi maupun keterangan tambahan dari pihak-pihak terkait.

(Tim/Redaksi)


Advertisement

Pos terkait