Jembatan Leoleo-Pangeo Rp3,2 Miliar Dipertanyakan, Warga Menunggu Realisasi

IMG 20260810 WA0397

MOROTAI | Go Indonesia.id-Harapan warga terhadap pembangunan Jembatan Leoleo-Pangeo di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mulai dipertanyakan. Warga mengaku sempat melihat aktivitas pengukuran di lokasi setelah mendapat informasi bahwa jembatan tersebut akan dibangun. Namun, aktivitas itu hanya berlangsung sesaat dan hingga 10 Agustus 2026 belum terlihat adanya pekerjaan lanjutan.

Salah satu warga, Fikram, mengatakan sebelumnya masyarakat telah mendapatkan informasi bahwa pembangunan jembatan akan segera dilakukan. Bahkan, warga sempat melihat adanya aktivitas pengukuran di lokasi.

Bacaan Lainnya

Advertisement

β€œKami mendapatkan informasi bahwa jembatan ini akan dibuat. Sebelumnya kami melihat ada aktivitas pengukuran, namun setelah itu sudah tidak ada lagi,” ujar Fikram, Senin/10/2026.

Menurutnya, setelah pengukuran dilakukan, belum terlihat adanya aktivitas lanjutan seperti mobilisasi alat berat, material maupun pekerja di lokasi pembangunan.

Kondisi tersebut kemudian menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Sebab, berdasarkan informasi yang dihimpun go Indonesia.id dari dokumen pengadaan pemerintah, pembangunan Jembatan Leoleo-Pangeo bentangan 12 meter tersebut telah masuk dalam program pembangunan dengan sumber anggaran APBD 2026.

Proyek tersebut memiliki nilai pagu anggaran mencapai Rp3,2 miliar dan berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulau Morotai.

Dalam dokumen pengadaan, PT Citra Wana Indonesia tercatat sebagai perusahaan pemenang dengan nilai pekerjaan sekitar Rp3,10 miliar.

Dengan adanya anggaran dan pemenang pekerjaan tersebut, Fikram berharap pembangunan jembatan tidak berhenti pada tahap pengukuran saja, tetapi segera direalisasikan di lapangan.

Ia juga berharap pemerintah memberikan kepastian kepada masyarakat terkait kapan pekerjaan fisik jembatan tersebut mulai dilaksanakan.

β€œKami berharap kalau memang sudah ada anggaran dan akan dibangun, segera dikerjakan. Jangan sampai masyarakat hanya melihat pengukuran, setelah itu tidak ada lagi aktivitas,” kata Fikram.

Hingga 10 Agustus 2026, berdasarkan pantauan di lokasi, belum terlihat tanda-tanda dimulainya pekerjaan fisik proyek tersebut.

Belum diketahui secara pasti apakah pekerjaan masih menunggu tahapan administrasi, kontrak, Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), atau terdapat kendala lain yang menyebabkan aktivitas pembangunan belum berjalan.

Go Indonesia.id masih berupaya meminta penjelasan dari Dinas PUPR Kabupaten Pulau Morotai dan pihak perusahaan pelaksana terkait status serta kapan proyek pembangunan Jembatan Leoleo-Pangeo mulai dikerjakan.

Mirsa Saibi/Jurnalis Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait