TOLIKARA | Go Indonesia.Id _Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan dari PIS TPNPB dari Kabupaten Tolikara bahwa anak-anak, ibu hamil hingga lansia telah mengungsi dari Kampung Woraga dan Kampung Wamili, Distrik Gundagi, Kabupaten Tolikara, Papua sejak hari Kamis, 8 Oktober 2026 akibat operasi militer yang terjadi sejak pagi subuh sekitar pukul 04.00 saat masyarakat sedang dalam ketiduran. Warga yang mengungsi ke arah pegunungan di wilayah Wayoga selamat sementara warga yang ditangkap dan dipukul belum diketahui jumlah mereka.
Sementara warga yang mengungsi ke arah pegunungan di wilayah Wayoga masih bertahan disana dan belum diketahui nasib mereka. Terutama kebutuhan makan dan minum serta tempat tinggal dan jaminan keamanan dan keselamatan bagi anak-anak, ibu hamil hingga lansia. Oleh sebab itu, kami meminta kepada lembaga-lembaga HAM secara lokal, nasional dan internasional untuk melakukan investigasi bagi para pengungsi di Tolikara dan meminta kepada Palang Merah Internasional untuk dapat menangani 127.031 warga sipil yang sedang mengungsi di berbagai daerah di Tanah Papua akibat operasi militer Indonesia serta konflik bersenjata melawan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).
Dalam hal tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menilai bahwa operasi militer Indonesia di Tolikara dalam rangka pengejaran terhadap pasukan TPNPB dibawa pimpinan Mayor Botak Wanimbo telah salah sasaran karena memasuki rumah-rumah warga dan pemukiman warga sipil hingga terjadinya penangkapan, penyanderaan dan pengungsian terhadap warga sipil maka kejadian tersebut adalah pelanggaran hukum humaniter internasional maka negara harus membuka ruang bagi lembaga-lembaga kemanusiaan internasional untuk dapat menangani para korban karena, kami menilai bahwa negara indonesia sudah tidak menjamin keselamatan bagi warga sipil yang mengungsi serta dalam wilayah operasi dan ketentuan hukum humaniter internasional telah dilanggar oleh aparat militer Indonesia maka PBB harus bertindak atas krisis kemanusiaan di Tanah Papua.
Sumber : oleh Sebby Sambom Jubir TPNPB OPM.
Agustustinus/Jurnalis Go Indonesia







