MOROTAI | Go Indonesia.id — Setelah hampir tiga bulan bertahan dalam musim kemarau, warga sejumlah desa di Kabupaten Pulau Morotai akhirnya kembali merasakan turunnya hujan. Meski belum berlangsung lama, hujan tersebut disambut sebagai angin segar bagi masyarakat yang selama ini menghadapi kekeringan.
Di Desa Pangeo, Kecamatan Morotai Jaya, hujan turun sekitar pukul 22.10 WIT, Sabtu (5/9/2026). Hujan berlangsung kurang lebih 20 menit.
“Jam 22.10 WIT hujan turun di Desa Pangeo. Kurang lebih 20 menit,” kata Ruslan Mandea, warga setempat.
Kabar serupa datang dari Desa Kenari, Kecamatan Morotai Utara. Seorang warga menyebut hujan turun sekitar pukul 22.00 WIT, namun hanya berupa gerimis dan berlangsung singkat.
Meski intensitasnya belum besar, turunnya hujan menjadi harapan baru bagi warga setelah kemarau panjang yang mulai berdampak pada kehidupan sehari-hari, terutama sektor pertanian.
Selama sekitar tiga bulan, kondisi kering membuat sebagian tanaman warga kekurangan air. Sejumlah tanaman bahkan dilaporkan mati karena tidak mampu bertahan dalam kondisi tanah yang kehilangan kelembapan.
Kini, hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah Morotai diharapkan menjadi awal perubahan cuaca yang lebih baik. Bagi petani, setiap tetes air yang jatuh ke tanah menjadi harapan agar tanaman yang masih bertahan dapat kembali tumbuh dan lahan pertanian kembali produktif.
Warga berharap hujan tidak hanya datang sebentar, tetapi berlanjut dalam beberapa hari ke depan sehingga tanah kembali mendapatkan pasokan air yang cukup.
Setelah berbulan-bulan menunggu, hujan malam ini setidaknya membawa satu kabar baik: Morotai kembali mendapat air dari langit.
Mir | Jurnalis Go Indonesia.id


