Krisis Air Desa Aru Jadi Ujian Perdana Hendra Candra di PDAM Morotai

0a 119

MOROTAI | Go Indonesia.id-Hendra Candra baru saja dipercaya memimpin Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pulau Morotai. Namun, di awal masa jabatannya, ia langsung dihadapkan pada persoalan serius: krisis air bersih yang dialami masyarakat Desa Aru, Kecamatan Morotai Jaya, selama kurang lebih satu tahun.

Padahal, saat menyampaikan arah kerjanya setelah dipercaya memimpin PDAM Morotai, Hendra menegaskan bahwa salah satu prioritasnya adalah memastikan kebutuhan air masyarakat dapat mengalir dengan baik.

Bacaan Lainnya

Advertisement

β€œYang pertama saya antisipasi, kebutuhan air harus mengalir dengan baik supaya bisa dinikmati oleh masyarakat secara maksimal,” kata Hendra saat ditemui di Kantor Bupati.

Pernyataan tersebut kini menjadi pekerjaan rumah pertama bagi direktur baru. Sebab, di tengah komitmen untuk membenahi pelayanan air, warga Desa Aru justru masih harus mengambil air dari kali kecil untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, memasak hingga mencuci.

Hendra Candra diketahui diangkat sebagai Direktur PDAM Kabupaten Pulau Morotai berdasarkan Surat Keputusan Bupati Pulau Morotai pada Rabu, 5 Agustus 2026. Pengangkatan tersebut menempatkannya sebagai pejabat yang kini bertanggung jawab mendorong pembenahan pelayanan air bersih di wilayah Morotai.

Dengan masa kepemimpinan yang masih terbilang baru, persoalan di Desa Aru tentu tidak serta-merta dapat disebut sebagai kegagalan direktur baru. Namun, kondisi tersebut menjadi ujian awal untuk melihat sejauh mana komitmen pembenahan pelayanan air bersih dapat diwujudkan di lapangan.

Keluhan warga Desa Aru disampaikan oleh salah seorang warga, Enos. Ia mengatakan selama sekitar satu tahun masyarakat terpaksa mengambil air menggunakan galon dari kali kecil karena fasilitas air bersih tidak lagi mengalir.

β€œSudah satu tahun kami mengambil air menggunakan galon di kali kecil untuk keperluan mandi, memasak, dan kebutuhan lainnya. Pemerintah desa dan Pemda Morotai sama sekali tidak pernah memperhatikan kondisi air yang sudah lama tidak mengalir ini,” ujar Enos.

Warga berharap pengurus baru PDAM segera turun memeriksa jaringan dan fasilitas air yang tidak berfungsi tersebut.

Terlebih, wilayah Morotai Jaya kini memasuki musim kemarau. Sumber air alternatif yang selama ini digunakan warga mulai menyusut sehingga kebutuhan terhadap penanganan pemerintah dan PDAM semakin mendesak.

Karena itu, PDAM diharapkan segera turun langsung ke Desa Aru untuk memastikan penyebab terhentinya aliran air, memeriksa kondisi jaringan pipa serta berkoordinasi dengan Pemerintah Desa dan Pemerintah Kabupaten untuk menentukan solusi. Warga juga berharap adanya pasokan air bersih darurat selama musim kemarau berlangsung.

Krisis air di Desa Aru kini menjadi salah satu pekerjaan rumah pertama Hendra Candra sebagai Direktur PDAM Morotai. Publik menunggu apakah komitmen untuk memastikan air mengalir dengan baik tersebut segera diwujudkan dalam bentuk pelayanan nyata di lapangan.

Mir/Jurnalis Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait