SORONG | Go Indonesia.Id β Lembaga Masyarakat Adat dan tokoh pemuda di Papua Barat Daya mendesak Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat Daya segera membentuk “Pokja Pemuda” sebagai salah satu kelompok kerja resmi di internal MRP PBD.
Pembentukan Pokja ini dinilai mendesak agar aspirasi, persoalan, dan peran pemuda Orang Asli Papua bisa dikawal secara kelembagaan.
βMRP PBD harus segera membentuk satu Pokja baru, yaitu Pokja Pemuda. Pemuda OAP hari ini harus punya ruang resmi untuk menyampaikan aspirasi dan terlibat langsung dalam pembangunan,β ujar Thomas Malak, Ketua LMA Kota Sorong, Jumat (4/9/2026).
Menurut Thomas, selama ini banyak program pemerintah tingkat provinsi dan kabupaten kota yang bagus. Namun tanpa adanya wadah khusus pemuda di MRP, suara generasi muda sering tidak sampai.
βSemua program yang hari ini pemerintah tingkat provinsi dan kabupaten kota canangkan kalau di jalankan baik pasti masyarakat dapat banyak keuntungan. Termasuk pemuda,β katanya.
Ia juga mengingatkan agar program-program baru yang akan dibuat pemerintah ke depan harus dikonsultasikan, agar tidak bertentangan dengan nilai adat dan kebutuhan pemuda OAP.
βMenurut saya, jangan lagi ada program-program baru yang nanti memicu konflik karena tidak selaras dengan kepentingan masyarakat adat di Papua Barat Daya. Makanya Pokja Pemuda ini penting,β tegas Thomas.
Fokus Kerja Pokja Pemuda yang Diusulkan
1. Pendidikan & SDM β Mengawal beasiswa, pelatihan, dan peningkatan kapasitas pemuda OAP
2. Ekonomi & Kewirausahaan β Membuka akses pemuda OAP jadi kontraktor, UMKM dan pengusaha
3. Pengawalan Kebijakan β Memberi masukan ke MRP agar setiap kebijakan tidak mengabaikan peran pemuda adat
βPembangunan di PBD harus jalan bersama adat, bukan mengabaikan adat. Dan pemuda adalah garda terdepan untuk jaga itu,β pungkas Thomas Malak.
Sampai saat ini, MRP PBD belum membentuk Pokja khusus Pemuda. Para tokoh adat dan pemuda berharap usulan ini segera dibahas dalam sidang MRP PBD mendatang.
Johanes/ Jurnalis Go Indonesia





