Kepala Karantina Kepri Hasim Tegas: Tak Ada Toleransi Pelanggaran, Pengawasan Natuna Diperketat

IMG 20260904 WA0251

NATUNA | Go Indonesia.Id _Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kepulauan Riau, Hasim, S.Pi., M.Pi., menegaskan pihaknya akan bersikap tegas dan tegak lurus dalam menjalankan aturan perkarantinaan di wilayah Natuna.

Menurut Hasim, tidak ada toleransi terhadap pihak yang melanggar ketentuan karantina. Ke depan, pengawasan terhadap lalu lintas komoditas yang masuk ke Natuna akan semakin diperketat sesuai undang-undang dan peraturan yang berlaku.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya sejumlah komoditas yang ditahan petugas Karantina Natuna, di antaranya bawang dan cabai kering yang diduga belum memenuhi persyaratan karantina.

Hasim mengatakan, selama ini pihak Karantina telah mengedepankan pembinaan dengan memberikan surat peringatan kepada pihak yang ditemukan melakukan pelanggaran.

Namun, apabila setelah diberikan peringatan pelanggaran masih kembali terjadi, termasuk dengan menggunakan berbagai cara atau metode yang diduga untuk menghindari ketentuan karantina, pihaknya akan mengambil tindakan sesuai aturan.

Kalau sudah diberikan peringatan tetapi masih dilakukan dengan berbagai cara untuk menghindari aturan, tentu kita harus mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku,โ€ tegas Hasim.ยป

Bawang yang Ditahan Segera Dimusnahkan

Terkait bawang yang saat ini ditahan oleh Karantina Natuna, Hasim memastikan komoditas tersebut akan segera dimusnahkan sesuai prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Meski waktu pelaksanaan belum dapat dipastikan, pemusnahan diperkirakan dilakukan paling lama sekitar satu minggu ke depan.

Dalam pelaksanaan pemusnahan tersebut, pihak Karantina akan mengundang sejumlah pihak terkait, termasuk Pemerintah Daerah dan insan pers.

Pelibatan pihak terkait dan media diharapkan membuat proses penanganan barang hasil tindakan karantina dapat berlangsung secara terbuka dan diketahui publik.

Gandeng PSDKP, Bea Cukai dan TNI AL

Karantina Kepri juga akan memperkuat pengawasan terhadap lalu lintas komoditas di Natuna melalui koordinasi lintas-instansi.

Sejumlah instansi yang akan digandeng antara lain Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Bea dan Cukai, TNI Angkatan Laut, serta beberapa instansi terkait lainnya.

Sinergi tersebut dinilai penting mengingat Natuna merupakan wilayah kepulauan dengan jalur transportasi laut yang luas. Pengawasan bersama diharapkan mampu mencegah masuknya komoditas yang tidak memenuhi persyaratan karantina.

Karantina menegaskan bahwa pengawasan bukan bertujuan menghambat kegiatan perdagangan masyarakat maupun pelaku usaha. Namun, setiap komoditas yang masuk ke Natuna tetap wajib memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Tegak Lurus dan Tanpa Pandang Bulu

Hasim menekankan bahwa ketentuan karantina berlaku bagi semua pihak tanpa membedakan siapa yang membawa, memiliki maupun memasukkan komoditas tersebut.

Apabila persyaratan telah dipenuhi, kegiatan dapat berjalan sesuai ketentuan. Sebaliknya, apabila ditemukan pelanggaran, petugas akan melakukan tindakan sesuai kewenangan dan peraturan perundang-undangan.

Sikap tegas tersebut sekaligus menjadi pesan agar tidak ada pihak yang mencoba mencari celah atau menggunakan metode tertentu untuk menghindari kewajiban karantina.

Dengan diperketatnya pengawasan serta diperkuatnya koordinasi bersama PSDKP, Bea Cukai, TNI AL dan instansi lainnya, Karantina Kepri memastikan pengawasan lalu lintas komoditas di Natuna akan dilakukan secara lebih menyeluruh.

Sementara itu, bawang yang saat ini ditahan akan diproses untuk pemusnahan sesuai prosedur. Waktu pastinya masih menunggu penetapan, namun diperkirakan dilakukan paling lama sekitar satu minggu ke depan.

Karantina Kepri menegaskan, aturan tetap harus ditegakkan. Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran dan tidak boleh ada pihak yang mencari celah untuk menghindari ketentuan perkarantinaan.

Baharullazi/ Jurnalis Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait