Sengketa Lahan Lingkar Bandara Kembali Memanas, Mediasi Digelar

0A 62 e1786436351723

MOROTAI | Go Indonesia.id-Ketegangan kembali terjadi antara warga pemilik lahan lingkar bandara dan TNI AU (Lanud) Leo Wattimena di Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Selasa (11/8/2026) pagi sekira pukul 09.15 WIT. Perselisihan tersebut dipicu aksi puluhan personel TNI AU yang membongkar pagar aset Pemda Morotai di jalan raya Darame serta memasang patok pembatas menggunakan tali boplang untuk rencana pembangunan gedung AURI.

Aktivitas mendadak tersebut membuat pemilik lahan dan warga setempat terkejut hingga mendatangi lokasi untuk menghentikan kegiatan pembangunan di atas tanah yang masih berstatus sengketa tersebut

Bacaan Lainnya

Advertisement

Guna mencegah konflik meluas, mediasi di lokasi langsung dilakukan Kaintel Lanud Leo Wattimena Kapten Sus Rifki Anugrah beserta jajaran, Ketua Komite Perjuangan Masyarakat Lingkar Bandara (KPMLB) Luter Djaguna, dan anggota DPRD Morotai Darmin Wairo.

Pemilik lahan, Irwan Popa, mendesak AURI tidak bersikap sewenang-wenang dengan melakukan pembongkaran pagar maupun pematokan tanpa adanya koordinasi dengan pemilik lahan dan Pemerintah Desa setempat.

โ€œKami sebagai pemilik lahan tidak dihargai. Padahal tanah ini pemilik lahannya sudah ada, dan kita sudah sering berdebat sampai sekarang belum selesai. Kami kaget tiba-tiba ada pembongkaran pagar dari AURI,โ€ tegas Irwan di lokasi.

Hal senada disampaikan Baim, warga Desa Wawama yang juga pengurus KPMLB. Ia mengungkapkan, proses penyelesaian sengketa lahan ini sudah berlangsung lama namun belum menemukan titik terang.

โ€œHari ini kami dikagetkan lagi dengan pembongkaran pagar, tapi yang pasti kami rakyat pasti takut jika berhadap-hadapan dengan TNI. Mohon maaf supaya jangan dulu ada pembongkaran lahan atau melakukan bangunan di lahan yang berstatus sengketa ini. Harus ada penyelesaian dulu antara AURI dan masyarakat lingkar bandara, jadi sama-sama kita bersabar dulu,โ€ ujar Baim.

Sementara itu, Kaintel Lanud Leo Wattimena Pulau Morotai Kapten Sus Rifki Anugrah belum memberikan keterangan resmi terkait polemik pembongkaran pagar dan klaim lahan tersebut.

โ€œNanti aja ya, saya laporan dulu ke Komandan,โ€ singkat Rifki saat dikonfirmasi di lokasi kejadian

Mir/Jurnalis Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait