Taman Nasional Gunung Masurai Diduga Dikuasai Oknum, Masyarakat Soroti Nasib Kawah Danau Kumbang dan Edelweis

IMG 20260601 WA0313

Reporter : M Juti

MERANGIN | Go Indonesia.Id – Kawasan Taman Nasional Gunung Masurai, khususnya objek wisata alam Kawah Danau Kumbang di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, menjadi sorotan publik. Sejumlah masyarakat menduga kawasan yang selama ini dikenal sebagai destinasi favorit para pendaki itu telah dikuasai oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar yang enggan disebutkan namanya, seorang oknum berinisial Aji yang berdomisili di Desa Sei Lalang, Kecamatan Lembah Masurai, diduga mengendalikan aktivitas di kawasan Kawah Danau Kumbang. Bahkan, sejumlah fasilitas dan petunjuk arah yang sebelumnya dipasang oleh pihak kehutanan disebut mulai berangsur hilang.

“Wisata ini dulunya terbuka untuk para pendaki dan masyarakat umum. Sekarang terkesan dikelola oleh kelompok tertentu sehingga menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat,” ujar sumber tersebut.

Selain persoalan pengelolaan kawasan wisata, masyarakat juga menyoroti keberadaan bunga Edelweis yang tumbuh di kawasan pegunungan tersebut. Edelweis merupakan tumbuhan yang dilindungi negara dan tidak boleh dipetik sembarangan dari habitat alaminya.

Sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, pengambilan atau pemetikan tumbuhan yang dilindungi dari alam tanpa izin dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum.

Masyarakat berharap pemerintah, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta instansi terkait dapat melakukan pengawasan lebih ketat terhadap keberadaan dan pengelolaan kawasan wisata Kawah Danau Kumbang agar tetap menjadi aset bersama yang terjaga kelestariannya.

Di sisi lain, budidaya Edelweis di luar kawasan konservasi pada prinsipnya dimungkinkan sepanjang memiliki izin resmi dari instansi berwenang. Program budidaya tersebut umumnya bertujuan mendukung konservasi dan mengurangi pengambilan bunga Edelweis dari habitat aslinya di kawasan pegunungan.

Warga juga meminta agar seluruh aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan wisata maupun pemanfaatan sumber daya alam di Gunung Masurai dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Masyarakat berharap Taman Nasional Gunung Masurai tetap menjadi kawasan konservasi yang terjaga, sekaligus destinasi wisata alam yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat tanpa adanya monopoli atau penguasaan oleh pihak tertentu.

REDAKSI


Advertisement

Pos terkait