Tanjung Gorango Beralih Fungsi, Kapal Nelayan dari Luar Daerah Jadi Pemandangan Sehari-hari

0a 128 e1786778866371

MOROTAI | Go Indonesia.id-Pemandangan kontras kini terlihat di Objek Wisata Tanjung Gorango, Kecamatan Morotai Utara. Alih-alih menjadi destinasi rekreasi yang asri, kawasan pesisir ini justru lebih sering dijadikan tempat persinggahan kapal-kapal penangkap ikan dari luar daerah.

Kondisi tersebut terlihat dari aktivitas sejumlah kapal yang berada di sekitar kawasan wisata. Keberadaan kapal-kapal penangkap ikan membuat aktivitas perikanan lebih menonjol dibandingkan kegiatan wisata di kawasan tersebut.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Pantauan di lokasi pada Sabtu (15/8/2026) juga menunjukkan sejumlah fasilitas penunjang wisata dalam kondisi yang belum terawat secara optimal. Situasi ini membuat potensi Tanjung Gorango sebagai destinasi wisata bahari belum terlihat maksimal.

Kondisi ini juga memperlihatkan belum optimalnya pemanfaatan Tanjung Gorango sebagai objek wisata. Sejumlah fasilitas penunjang yang sebelumnya dibangun untuk mendukung aktivitas pengunjung tampak tidak terawat dan belum mampu memberikan daya tarik sebagaimana mestinya.

Padahal, Tanjung Gorango memiliki kawasan pesisir yang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari. Jika dikelola secara serius, kawasan tersebut dapat menjadi salah satu pilihan rekreasi sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Salah satu warga, Maikel, mengatakan pengelolaan Tanjung Gorango secara baik dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Menurutnya, semakin ramai kawasan wisata tersebut dikunjungi, semakin besar pula peluang warga memperoleh tambahan pendapatan dari aktivitas ekonomi di sekitar lokasi.

Pemanfaatan kawasan wisata sebagai tempat persinggahan kapal nelayan juga menimbulkan pertanyaan mengenai pengawasan dan pengelolaan kawasan tersebut. Pemerintah daerah dinilai perlu memastikan fungsi kawasan tetap berjalan sesuai peruntukannya.

Kondisi Tanjung Gorango menjadi gambaran perlunya perhatian lebih terhadap aset wisata daerah. Jangan sampai fasilitas yang telah dibangun justru terbengkalai, sementara kawasan potensial tersebut perlahan beralih fungsi tanpa pengelolaan yang jelas.

Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan evaluasi terhadap kondisi fasilitas, tata kelola kawasan, serta aktivitas yang berlangsung di sekitar objek wisata Tanjung Gorango agar potensi wisata pesisir tersebut kembali dimanfaatkan secara maksimal.

Mir/Jurnalis Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait