Benteng Roboh, Laut Menyerbu Rumah Warga Doku Mira

IMG 20260901 WA0045

MOROTAI | Go Indonesia.id β€” Laut tak lagi berhenti di bibir pantai Desa Doku Mira, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai. Pada Senin (31/8/2026), air pasang menerobos permukiman dan menggenangi dapur lebih dari 20 rumah warga.

Di saat warga berusaha menyelamatkan rumah dari terjangan gelombang, bangunan penahan ombak yang semestinya menjadi benteng justru telah roboh di sejumlah titik. Sebagian lainnya tertimbun pasir dan material yang dibawa gelombang.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Pantauan Go Indonesia.id sejak pagi hingga malam memperlihatkan air laut berulang kali masuk ke kawasan permukiman. Pasir ikut terseret hingga menumpuk di sekitar rumah. Beberapa dapur warga nyaris tertimbun.

Malam hari menjadi waktu paling mencemaskan. Dengan penerangan seadanya, warga menggunakan senter untuk mengawasi air yang terus bergerak masuk. Mereka saling membantu menahan gelombang agar tidak mencapai bagian utama rumah.

Bagi warga Doku Mira, ancaman itu bukan kejadian baru. Sejak 2025, air laut disebut telah berulang kali masuk ke permukiman. Bahkan pada Ramadan tahun lalu, warga mengaku harus berbuka dan sahur dalam kondisi rumah tergenang.

β€œWaktu puasa tahun kemarin, kami berbuka dan makan sahur di atas air karena air laut masuk ke dalam rumah. Bahkan air laut sampai menembus jalan umum yang beraspal,” kata warga terdampak, Iskal Tohau.

Kini kejadian serupa kembali berulang. Bedanya, warga melihat perlindungan yang mereka harapkan justru semakin rapuh.

Sejumlah bagian talud telah ambruk. Struktur yang masih berdiri pun dinilai terlalu rendah untuk menahan gelombang ketika air laut mencapai pasang tertinggi. Gelombang akhirnya melompati bangunan itu, membawa pasir dan material langsung ke halaman serta rumah warga.

Persoalan tersebut membuat warga tidak hanya berhadapan dengan air pasang, tetapi juga ancaman abrasi yang perlahan mendekati permukiman.

Iskal meminta pemerintah daerah tidak menunggu sampai rumah warga menjadi korban kerusakan yang lebih besar.

β€œKami meminta dinas terkait, Badan Penanggulangan Bencana dan DPRD Morotai, tolong buatkan kami penahan ombak atau talud secepat mungkin. Kami setiap malam harus waspada karena angin dan air laut selalu masuk ke rumah-rumah kami. Tolong jangan tutup mata,” tegasnya, Selasa (1/9/2026).

Warga meminta pembangunan penahan ombak tidak sekadar mengganti bagian talud yang roboh. Mereka berharap pemerintah menghitung kembali kekuatan gelombang, pasang tertinggi, serta kondisi garis pantai agar bangunan yang dibuat benar-benar mampu melindungi permukiman.

Pemerintah Desa Doku Mira disebut telah berupaya menyampaikan persoalan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai. Namun pada Senin itu, Bupati dan Wakil Bupati berada di luar daerah sehingga penyampaian secara langsung belum dapat dilakukan.

Kini warga menunggu pemerintah datang melihat sendiri kondisi di lapangan.

Sebab, bagi masyarakat Doku Mira, ini bukan lagi sekadar persoalan talud rusak. Ketika laut sudah masuk ke dapur dan warga harus berjaga dengan senter pada malam hari, batas antara bencana dan kelalaian penanganan menjadi semakin tipis.

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, DPRD, BPBD, dan instansi teknis segera turun tangan sebelum gelombang berikutnya membawa kerusakan yang lebih besar.

Mir/Jurnalis Go Indonesia.id


Advertisement

Pos terkait