MOROTAI | Go Indonesia.id — Air laut mulai masuk ke rumah-rumah warga Doku Mira, sementara talud yang seharusnya menjadi benteng perlindungan justru rusak. Lebih dari 20 rumah terdampak pasang tinggi. DPRD Pulau Morotai kini turun mendorong penanganan, meski usulan talud tersebut belum tercatat dalam perencanaan Dinas PUPR di Bappeda.
Anggota DPRD Pulau Morotai dari Komisi III, Naswin Rowo, mengatakan DPRD akan memastikan terlebih dahulu status kewenangan talud tersebut. Jika menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Balai, pemerintah daerah didorong segera berkoordinasi untuk mendapatkan penanganan.(1/9/26)
“Kami akan mengupayakan mendorong persoalan ini. Kami memastikan dulu kalau itu akses Balai, maka kami akan mendorong Pemda untuk ke Balai terkait persoalan talud,” kata Naswin saat ditemui Go Indonesia.id.
DPRD juga berencana turun langsung ke lokasi dalam waktu dekat. Peninjauan itu untuk mengetahui panjang talud sekaligus memetakan titik-titik yang mengalami kerusakan parah.
“Kami juga satu dua hari atau dalam waktu dekat akan turun melakukan pengecekan di lapangan, biar kita bisa mengetahui berapa panjangnya dan di mana titik-titik yang rusak parah,” ujarnya, Senin (1/9/2026).
Naswin mengatakan hasil pengecekan akan menjadi bahan untuk menentukan langkah penanganan. Jika kondisi talud dinilai sudah mengancam permukiman, ia mendorong pemerintah daerah menyiapkan langkah darurat.
“Apabila bisa, Pemda harus buat semacam darurat atau langkah apa yang diambil untuk pertahanan,” tegasnya.
Di tengah dorongan DPRD tersebut, pembangunan atau penanganan talud Doku Mira ternyata belum masuk dalam usulan perencanaan Dinas PUPR Kabupaten Pulau Morotai ke Bappeda.
Media ini telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala Dinas PUPR mengenai rencana penanganan talud untuk 2026 hingga 2027. Namun yang bersangkutan tidak berada di kantor saat hendak dikonfirmasi sehingga belum diperoleh keterangan mengenai rencana tersebut.
Kepala Bappeda Kabupaten Pulau Morotai, Ramlan Drakel, mengatakan hingga kini belum menerima usulan perencanaan talud Doku Mira dari Dinas PUPR.
“Untuk saat ini belum ada dari Dinas PUPR yang mengusulkan perencanaan talud untuk Desa Doku Mira ke Bappeda,” kata Ramlan.
Menurut Ramlan, Bappeda pada prinsipnya menerima usulan dari masing-masing organisasi perangkat daerah untuk kemudian dikawal dalam proses perencanaan dan penganggaran.
“Kami hanya menerima usulan. Kalau ada usulan, maka kami sudah mengawal terkait penganggaran agar tembus,” ujarnya.
Kerusakan talud menjadi persoalan serius karena bangunan tersebut berada di kawasan pesisir yang langsung berhadapan dengan gelombang laut.
Pantauan media ini pada Senin (31/8/2026) menunjukkan lebih dari 20 rumah warga terdampak genangan ketika pasang tinggi. Air laut masuk hingga ke bagian dapur. Pasir dan material yang dibawa gelombang juga menumpuk di sekitar rumah.
Sejumlah bagian talud telah ambruk. Bagian lainnya tertimbun pasir dan dinilai tidak lagi memberikan perlindungan maksimal ketika gelombang meninggi.
Warga mengaku persoalan tersebut telah berlangsung sejak 2025. Saat Ramadan tahun lalu, air laut bahkan disebut pernah masuk hingga ke jalan umum.
Kini DPRD berencana memastikan kondisi itu secara langsung. Pemeriksaan lapangan diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai tingkat kerusakan, panjang talud, dan kebutuhan penanganan di kawasan pesisir Doku Mira.
Hasil pengecekan tersebut nantinya dapat menjadi bahan bagi pemerintah daerah untuk menentukan langkah, baik melalui dukungan anggaran daerah maupun koordinasi dengan pemerintah pusat apabila talud berada di luar kewenangan daerah.
Bagi warga Doku Mira, penanganan talud menjadi kebutuhan penting. Setiap kali pasang tinggi datang, air laut kembali mendekati rumah mereka, sementara bangunan yang selama ini menjadi pelindung telah mengalami kerusakan.
Warga berharap langkah DPRD dan pemerintah daerah dapat berlanjut pada penanganan yang terukur. Terutama untuk memastikan permukiman pesisir Doku Mira memiliki perlindungan yang lebih memadai menghadapi gelombang dan pasang laut.
Mir | Jurnalis Go Indonesia.id







